Aku Mau Pipis

Aku Mau Pipis Oleh Widyaretna Buenastuti Kala kusadari kaki-kaki ini telah menginjak di bumi tanah haram, tiada dapat kubendung tetesan haru akan kebesaran Allah yang mengijinkanku tuk kembali lagi. Semangat memperbaiki diri yang kubawa semenjak dari tanah air semakin berkobar. Rasa takjub, rasa penuh penantian akan nikmat-nikmat berikutnya yang akan kuterima selama di tanah suci…

Selimut Tak Terlipat

Selimut Tak Terlipat Oleh Widyaretna Buenastuti Malam kian larut namun mata ini sungguh susah untuk dipejamkan. Masih teringat setiap moment indah yang kuhabiskan bersama putraku yang tengah menuntut ilmu di pesantren. Jatah kunjungan orang tua hanya diberikan setiap dua minggu sekali dan waktu untuk dibawa keluar dari pondok pun dibatasi hanya maksimal lima jam. Endapan…

Kucing Hilang

Kucing Hilang Oleh Widyaretna Buenastuti Kulihat wajah salah satu anggota tim proyekku yang tiba-tiba gelisah di tengah meeting setelah ia berbicara di telpon. “Ada apa, Angga?” “Maaf mbak, boleh ijin sebentar, ini ada urusan penting di rumah.” Angga pun ijin keluar dari ruang meeting dan sepertinya melanjutkan telephonenya yang tadi ia putuskan terlebih dahulu. Kulanjutkan…

Balada Lebaran

Balada Lebaran Oleh Widyaretna Buenastuti “Mbak, punya stok asisten gak? Ini mbak nya anakku rencana gak balik lagi selepas pulang lebaran nanti. Katanya mau nikah.” Selepas Subuh, Dinda sudah mengirimkan pesan pada whatsappku. “Kok pakai kata stok sih Din? Kenapa gak coba hubungin biro jasa?” Kubalas whatsapp Dinda. Menurutku gak tepat penggunaan kata stok untuk…

BukBer

BUKBER Oleh Widyaretna Buenastuti Penasaran Jadwal meeting dari satu ke yang lainnya cukup menyita waktuku di hari pertama bulan Ramadhan. Sepertinya semua orang menginginkan mengejar target untuk menyambut lebaran meminta seporsi dari waktuku yang sangat terbatas. Astaghfirullohaladzim, kulirik jam di tanganku sudah menunjukkan pukul 16.30. Dan kulihat handphoneku ada beberapa pesan dari istriku tercinta yang…

Ruang Tunggu

Ruang Tunggu Oleh Widyaretna Buenastuti Nomer di layar ruang tunggu menunjukan angka 23, sementara kartu di tanganku tercetak angka 49. Berapa lama lagi giliranku untuk bisa diperiksa oleh dokter. Padahal badan rasanya sudah gak karuan. Sebenarnya aku sudah diingatkan kalau antriannya akan panjang. Tapi karena dokter ini merupakan dokter saraf terkenal di Jakarta atas rekomendasi…

Langit Terbuka

(Fiction) Langit Terbuka oleh Widyaretna Buenastuti Rasanya aku telah berlari cukup lama. Lari dari kenyataan bahwa hidupku berantakan semenjak kutahu bahwa calon suamiku membatalkan pernikahan sehari sebelum akad nikah. Menyebalkan, memalukan dan kulangsung membencinya. “Kenapa kamu yang harus malu?” Sahabatku bertanya. Saat aku mengurung diriku di kamar dan sama sekali nggak mau bertemu dengan siapapun…

Snorkling

Snorkling Oleh: Widyaretna Buenastuti Ini pertama kali aku mencoba snorkling. Sebuah kegiatan di laut untuk menikmati keindahan permukaan lautan yang indah dengan karang-karang dan ikan-ikan yang serasa bersahabat saat kita mulai mendekatkan diri pada mereka. Perlengkapan yang diberikan pun sederhana, hanya kaca mata renang yang lebar dan menutup lubang hidung, pipa untuk membantu bernafas dan…

Kebaya Wisuda

Kebaya Wisuda Oleh Widyaretna Buenastuti Suatu hari agenda Girls Day Out adalah mencari baju kebaya untuk wisuda. Sejak putriku masih balita, selalu ada hari yang khusus bagi aku dan putriku untuk pergi berdua saja tanpa bapaknya ataupun adik-adiknya dan bahkan tidak pula dengan supir ataupun naik taksi. “Harus hanya kita berdua,” kata putriku. Peraturan yang…

Kantong Plastik

Kantong Plastik Oleh Widyaretna Buenastuti Ada yang berbeda dari hari-hari sebelumnya, saat berbelanja barang dan hendak membayar di kasir sebuah supermarket, sang kasir bertanya, apakah saya mau membeli kantong plastik atau menggunakan kardus yang gratis. Saat itu, tidak mungkin untuk tidak membeli kantong plastik dan membawa beberapa barang belanjaan dengan tas kerja saya, dan akhirnya…