Kata – Kata

Kata-Kata Oleh Widyaretna Buenastuti Suatu hari dalam perjalanan kembali ke rumahku setelah kami menjemput anak teman suami dari sekolahnya, mobil yang kami kendarai dipepet oleh motor secara tidak sopan. Teman suamiku yang memegang kemudi terkaget dan secara spontan langsung mengucap “Wooo….. itu pasti ngambil SIM nya di kelurahan! Gak tau sopan santun banget sih!” dengan…

Mau Bantu Nggak?

Mau Bantu Nggak? Oleh Widyaretna Buenastuti Saat temanku yang kebetulan seorang expatriate meminta tolong untuk dicarikan tempat penitipan buat hewan piaraannya karena manajemen apartemennya memintanya untuk mengeluarkan binatang piaraanya dalam waktu 1 minggu, satu nama yang langsung kuingat adalah Fulan. Temanku yang sangat penyayang binatang dan sepengetahuanku ia mempunyai rumah yang cukup luas untuk menampung…

Mohon Ijin

Mohon Ijin Oleh Widyaretna Buenastuti Selagi kunikmati perasaan syahdu berdzikir setelah Maghrib dan menunggu Isya, tiba-tiba anak bungsuku yang saat kutulis cerita ini, masih duduk di kelas 3 SD, datang bersimpuh dihadapanku.Dengan suara yang ia lembutkan dan bahasa tubuh yang penuh kehati-hatian, ia menuturkan permohonannya padaku: “Ma, aku mau minta ijin,” dengan wajahnya yang polos…

Menunggu atau Menjemput

Menunggu atau Menjemput Oleh Widyaretna Buenastuti   Masih di dalam pesawat menuju ke Jakarta setelah menunaikan ibadah haji, kurasakan ada dorongan yang kuat untuk mengunjungi kakak ibu yang tertua di Surabaya yang aku panggil dengan panggilan Bude. Kusampaikan kepada suamiku tentang keinginanku untuk mengunjungi budeku sebelum masa cuti ini habis dan saatnya harus kembali ke…

GULA

GULA Oleh Widyaretna Buenastuti   Dalam suatu pertemuan makan malam di sebuah restoran yang terletak di dalam sebuah hotel berbintang lima, aku meminta secangkir kopi sebagai penutup makan malam. Penyajian makanan pada malam itu cukup membuat saya terkesima. Karena cita rasa makanan hotel yang biasanya terkesan hambar dan kurang ‘miroso’ istilah dalam bahasa Jawa, tidak…

PINTU

Pintu Oleh Widyaretna Buenastuti Ditengah-tengah saya memperhatikan presentasi, handphone saya bergetar karena ada telepon masuk. Ternyata dari rumah. Rupanya anakku yang paling kecil menelpon. “Assalamualaikum Mama,” sapanya membuka percakapan “Waalaikumsalam, sayang, ada apa nak?” kusapanya kembali “Kenapa pintu sepatu tidak boleh ditutup?” rupanya pembicaraan pagi hari saat sarapan masih mengganggu pikirannya hingga ia harus menelpon…

Sarung Baru

Sarung Baru Oleh Widyaretna Buenastuti   Suatu sore di bulan Romadhon, ku tengah menunggu mobilku menjemput di halte yang menjadi meeting point biasanya, kuperhatikan seorang anak laki-laki remaja dengan celana sebetis dan terlihat ada anting tertindik di kuping kirinya, tengah menunggu mobil yang sekiranya akan mengangkutnya untuk jalur 3 in 1. Dari penampilannya memang terlihat…

Hati yang Rapuh

Hati yang Rapuh Oleh Widyaretna Buenastuti Siapa yang pernah menginginkan untuk sakit atau berada dalam kesulitan, kegagalan atau kesedihan? Pastinya tidak ada manusia di dunia ini yang berdoa kepada Sang Maha Kuasa untuk diberikan sakit, atau diberikan kesulitan, diberikaan kegagalan atau jangan diberikan petunjuk dikala gelisah atau sedih. Hal ini mengusik saya ketika saya menyaksikan…

Indah Pada Saatnya

Indah Pada Saatnya Oleh Widyaretna Buenastuti Hari keberangkatan menuju seminar yang berada di Jogja  akhirnya datang juga dan misi tambahan yang harus kubawa selain belajar tentang materi seminar juga mengundang beberapa nara sumber di seminar itu untuk menjadi pembicara di suatu acara yang digelar oleh perusahaanku sebulan mendatang. Pembukaan seminar berlangsung dengan hikmat dan sang…

Kancing Baju

KANCING BAJU Oleh Widyaretna Buenastuti   “Ma, aku bisa ngancingin baju sendiri sekarang!” masih dalam balutan piyamanya,  senyum lebar dan wajah yang menyiratkan kegembiraan menghiasi wajah anakku yang saat itu baru beranjak 4 tahun ketika memamerkan keahlian barunya di pagi hari. Walau masih dengan susah payah ia berusaha memasukan anak kancing ke dalam lubang kancing…