Botol Kosong

Botol Kosong 🌻 Gairahku memuncak membara seakan ingin meluap Meluapkan lava dan lumpur aspirasi yang terpendam selama ini Kusadar tak mudah melepaskan Busur busur panah tanpa arah 🌻 Aku butuh tempat Aku butuh bekal Aku butuh pegangan Yang kan mengisi hausnya diri ini akan semua yang fana 🌻 Hasratku menggunung Ingin kutumpahkan Ingin kucurahkan luapan…

Kantong Plastik

Kantong Plastik Oleh Widyaretna Buenastuti Ada yang berbeda dari hari-hari sebelumnya, saat berbelanja barang dan hendak membayar di kasir sebuah supermarket, sang kasir bertanya, apakah saya mau membeli kantong plastik atau menggunakan kardus yang gratis. Saat itu, tidak mungkin untuk tidak membeli kantong plastik dan membawa beberapa barang belanjaan dengan tas kerja saya, dan akhirnya…

Pijatan Cinta

Pijatan Cinta Oleh Widyaretna Buenastuti Kusambut Dinda dan suaminya yang baru pulang dari menunaikan ibadah haji tepat di depan pintu keluar bandara. Terlihat wajah Dinda yang sumringah bahagia dan aura sinarnya pun memancar dari dirinya. Lega rasanya melihat adikku ini yang begitu bahagianya telah selesai menunaikan kewajiban rukun islam sebagai seorang muslimah. Perjuangannya sungguh luar…

Hati dan Pohon Kelapa

“Hati dan Pohon Kelapa” Oleh Widyaretna Buenastuti Senangnya hatiku saat dikabarkan oleh sahabatku mendapatkan sebuah tiket gratis untuk menghadiri suatu seminar. Rasanya pas banget diri ini lagi haus akan ilmu sejak lulus dari bangku perkuliahan beberapa tahun yang lalu. Terlebih lagi saat membaca jadwal para pembicara dan ada sesi motivasi dari seorang inspirator yang aku…

Ketokan Pintu

Ketokan Pintu Oleh Widyaretna Buenastuti Dalam kehidupan kita di dunia, banyak kejadian-kejadian yang seringkali membuat hati was-was, trenyuh, bahagia dan bahkan perasaan yang bercampur aduk. Seperti halnya pada suatu sore, saat kami sedang bersantai di apartemen di tanah suci setelah menyelesaikan seluruh rangkaian kewajiban ibadah haji, tiba-tiba pintu apartemen kami digedor-gedor. Suara gedoran pintu yang…

Handuk Basah

Handuk Basah Oleh Widyaretna Buenastuti Dinda membuka pintu rumahnya dengan wajah yang tidak sesumringah biasanya. Aku sangat kenal dengan tabiat Dinda yang sangat ekspresif. Dalam hatiku sudah membatin, pasti ada yang membuat Dinda kesal di pagi hari yang cerah ini. “Kenapa sih Din, kok pagi-pagi sudah wajahnya ditekuk begitu? Ada tamu datang harusnya kasih senyuman…

Jangan Ala Kadarnya

  Jangan Ala Kadarnya Oleh Widyaretna Buenastuti Pembicaraan makan siang bersama rekan-rekan kantor seringkali memberikan ide cerita-cerita inspiratif, sebagaimana siang itu di tengah-tengah pembahasan persiapan pernikahan salah satu rekan kerja kami, tak terhindarkan saya menyaksikan scene berikut: β€œHalo, iya nih lagi makan siang. Oh, iya. Nanti aja yah. Yuk daagh.β€œ Dinda menutup telepon yang baru…