Karpet Merah

Karpet Merah Oleh Widyaretna Buenastuti Dalam suatu perhelatan nasional, gak sengaja aku mendengar percakapan dua orang ibu yang berjalan di depanku menuju pintu masuk tenda-tenda putih tempat acara yang kebetulan berada di tengah lapangan luas. Ada hamparan karpet merah yang telah disediakan panitia dari tempat drop off mobil ke pintu masuk tenda putih, tempat acara.…

Kacamataku Dimana?

  Kacamataku Dimana? Oleh Widyaretna Buenastuti   Mencari kacamata tanpa kacamata. Haduh. Perjuangan banget. Perasaan tadi sebelum wudhu, kulepaskan kacamata bacaku dekat buku yang tengah kubaca. Tapi kok sekarang gak ada kelihatan warna batangnya yang ada kemerah-merahan. Minus mataku yang lumayan tinggi ditambah dengan kombinasi plus, membuat diriku hanya menghafal barang dari warna, karena itulah…

Aku Mau Pipis

Aku Mau Pipis Oleh Widyaretna Buenastuti Kala kusadari kaki-kaki ini telah menginjak di bumi tanah haram, tiada dapat kubendung tetesan haru akan kebesaran Allah yang mengijinkanku tuk kembali lagi. Semangat memperbaiki diri yang kubawa semenjak dari tanah air semakin berkobar. Rasa takjub, rasa penuh penantian akan nikmat-nikmat berikutnya yang akan kuterima selama di tanah suci…

Selimut Tak Terlipat

Selimut Tak Terlipat Oleh Widyaretna Buenastuti Malam kian larut namun mata ini sungguh susah untuk dipejamkan. Masih teringat setiap moment indah yang kuhabiskan bersama putraku yang tengah menuntut ilmu di pesantren. Jatah kunjungan orang tua hanya diberikan setiap dua minggu sekali dan waktu untuk dibawa keluar dari pondok pun dibatasi hanya maksimal lima jam. Endapan…

Kucing Hilang

Kucing Hilang Oleh Widyaretna Buenastuti Kulihat wajah salah satu anggota tim proyekku yang tiba-tiba gelisah di tengah meeting setelah ia berbicara di telpon. “Ada apa, Angga?” “Maaf mbak, boleh ijin sebentar, ini ada urusan penting di rumah.” Angga pun ijin keluar dari ruang meeting dan sepertinya melanjutkan telephonenya yang tadi ia putuskan terlebih dahulu. Kulanjutkan…

Balada Lebaran

Balada Lebaran Oleh Widyaretna Buenastuti “Mbak, punya stok asisten gak? Ini mbak nya anakku rencana gak balik lagi selepas pulang lebaran nanti. Katanya mau nikah.” Selepas Subuh, Dinda sudah mengirimkan pesan pada whatsappku. “Kok pakai kata stok sih Din? Kenapa gak coba hubungin biro jasa?” Kubalas whatsapp Dinda. Menurutku gak tepat penggunaan kata stok untuk…

Langit Terbuka

(Fiction) Langit Terbuka oleh Widyaretna Buenastuti Rasanya aku telah berlari cukup lama. Lari dari kenyataan bahwa hidupku berantakan semenjak kutahu bahwa calon suamiku membatalkan pernikahan sehari sebelum akad nikah. Menyebalkan, memalukan dan kulangsung membencinya. “Kenapa kamu yang harus malu?” Sahabatku bertanya. Saat aku mengurung diriku di kamar dan sama sekali nggak mau bertemu dengan siapapun…