Karpet Merah

Karpet Merah Oleh Widyaretna Buenastuti Dalam suatu perhelatan nasional, gak sengaja aku mendengar percakapan dua orang ibu yang berjalan di depanku menuju pintu masuk tenda-tenda putih tempat acara yang kebetulan berada di tengah lapangan luas. Ada hamparan karpet merah yang telah disediakan panitia dari tempat drop off mobil ke pintu masuk tenda putih, tempat acara.…

Pantas nggak?

Pantas nggak? Oleh Widyaretna Buenastuti Apakah aku pantas? Kulihat diriku dicermin, berulang kali kucoba mencari baju yang sesuai untuk menemaniku berkegiatan hari itu. Sudah kucoba mix and match antara baju dengan khimarnya. Dari warna yang ada kucoba untuk menselaraskannya. Ada yang biru. Ada yang merah muda atau kupilih yang hitam saja supaya mudah di gabungkan…

Pengen Deh…

Pengen Deh… oleh Widyaretna Buenastuti   Dalam suatu ajang seminar pertama kali saya hadiri setelah berhenti dari pekerjaan saya sebagai karyawan di perusahaan yang cukup lama saya geluti, saya bertemu teman-teman lama. Komentar teman-teman yang mengetahui kegiatan baru saya membangun bisnis dan tidak menjadi karyawan lagi, rata-rata menyatakan “Wah asyik dong sekarang, pengen deh bisa…

Kacamataku Dimana?

  Kacamataku Dimana? Oleh Widyaretna Buenastuti   Mencari kacamata tanpa kacamata. Haduh. Perjuangan banget. Perasaan tadi sebelum wudhu, kulepaskan kacamata bacaku dekat buku yang tengah kubaca. Tapi kok sekarang gak ada kelihatan warna batangnya yang ada kemerah-merahan. Minus mataku yang lumayan tinggi ditambah dengan kombinasi plus, membuat diriku hanya menghafal barang dari warna, karena itulah…

Aku Mau Pipis

Aku Mau Pipis Oleh Widyaretna Buenastuti Kala kusadari kaki-kaki ini telah menginjak di bumi tanah haram, tiada dapat kubendung tetesan haru akan kebesaran Allah yang mengijinkanku tuk kembali lagi. Semangat memperbaiki diri yang kubawa semenjak dari tanah air semakin berkobar. Rasa takjub, rasa penuh penantian akan nikmat-nikmat berikutnya yang akan kuterima selama di tanah suci…

Selimut Tak Terlipat

Selimut Tak Terlipat Oleh Widyaretna Buenastuti Malam kian larut namun mata ini sungguh susah untuk dipejamkan. Masih teringat setiap moment indah yang kuhabiskan bersama putraku yang tengah menuntut ilmu di pesantren. Jatah kunjungan orang tua hanya diberikan setiap dua minggu sekali dan waktu untuk dibawa keluar dari pondok pun dibatasi hanya maksimal lima jam. Endapan…

Kucing Hilang

Kucing Hilang Oleh Widyaretna Buenastuti Kulihat wajah salah satu anggota tim proyekku yang tiba-tiba gelisah di tengah meeting setelah ia berbicara di telpon. “Ada apa, Angga?” “Maaf mbak, boleh ijin sebentar, ini ada urusan penting di rumah.” Angga pun ijin keluar dari ruang meeting dan sepertinya melanjutkan telephonenya yang tadi ia putuskan terlebih dahulu. Kulanjutkan…