Pengen Deh…


Pengen Deh…

oleh Widyaretna Buenastuti

 

Dalam suatu ajang seminar pertama kali saya hadiri setelah berhenti dari pekerjaan saya sebagai karyawan di perusahaan yang cukup lama saya geluti, saya bertemu teman-teman lama.

Komentar teman-teman yang mengetahui kegiatan baru saya membangun bisnis dan tidak menjadi karyawan lagi, rata-rata menyatakan “Wah asyik dong sekarang, pengen deh bisa punya bisnis sendiri.”

Response saya, “Ayo wujudkan!”

Suatu response yang tidak semata-mata hanya dua kata yang keluar itu saja. Karena jawaban itu membawa diri ini ber-flashback kepada masa-masa di saat rasa ingin membangun bisnis beberapa tahun silam sangat menggelora. Rasa yang terus membuat diriku penasaran akankah diri ini bisa mewujudkannya atau tidak.

Corat-coret di atas kertas akan ide-ide apa yang bisa dikembangkan terus dieksplorasi. Peluang-peluang bisnis yang dihubungkan dengan kemampuan diripun coba dipelajari. Bahkan mencoba mengenali potensi diri akan apa yang menjadi passion untuk bisa dikembangkan dan bermanfaat bagi sesama pun digali lebih dalam. Memahami segala keterbatasan, mencerna konsekuensi positif dan negatif dari setiap alur pilihan dianalisa dan didiskusikan. Bertemu teman, berbagi cerita suka dukanya membangun bisnis dijalani. Banyak hal yang kulakukan dan tidak hanya semalam atau sebulan. Proses bertahun-tahun memikirkannya dengan seksama hingga memantapkan diri melangkah.

Yang terpenting dari semua adalah memantapkan niat, hati dan langkah dalam doa bermunajat kepada Sang Maha Pemilik Segalanya, Allah Subhanallahu Wa Ta’ala untuk senantiasa membimbing dan menjaga niat hati ini untuk bisa berbuat yang terbaik karena Allah semata dan mendapatkan Ridho NYA.

Tidak ada yang mudah untuk mendapatkan segala sesuatu di dunia ini. Semua selalu
harus ada usaha. Ada proses yang harus kita jalani di dalamnya. Coba deh kita cerna keinginan dari yang termudah yang kita hasratkan setiap harinya hingga yang senantiasa berada di angan-angan kita.

Pengen deh minum kopi
Pengen deh bisa kurus.
Pengen deh makan martabak.
Pengen deh liburan.
Pengen deh punya kantor yang deket rumah.

Disebutkan keinginannya dan akan terwujud. Abakadabra, sim salabim! Seperti sulap. Mana mungkin?

Mau minum kopi aja harus masak air dulu sampai mendidih, kalau belum ada kopinya harus beli dulu, cari cangkirnya dan untuk minumnya pun menunggu sampai panas airnya bisa diterima oleh bibir dan lidah. Baru bisa kita nikmatin. Sluuurp… Alhamdulillah. Kalau gak mau bikin sendiri, tetep harus minta ada orang yang buatkan.

Mau bisa kurus? Mana mungkin terjadi kalau segala cemilan dimakan terus dan bermalas-malasan di tempat tidur. Mager aja bawaannya, alias males gerak. Bahkan ada yang menyalahkan nasi yang menjadi penyebab gendut, padahal gak pernah gerak membuang kalori.

Apalagi kalau pengen dapet hidayah. Nunggu hidayah datang? Rasa ingin berubah, rasa bersalah kalau meninggalkan sholat, rasa malu kalau ada sehelai rambut yang terlihat, rasa tidak nyaman kalau tidak pakai kaos kaki, semua berawal dari keinginan memperbaiki diri. Pengen untuk lebih disayang sama Allah. Seperti tertulis di dalam Al-Quran Surah An Nur 24:54, terutama penggalan ini yang selalu saya ingat “…Dan jika kamu taat kepadanya, niscaya kamu mendapat petunjuk…”.

“Taat kepadanya” alias taat kepada Rasulullah yang telah membawa firman Allah dan ajaran-ajaranNYA memang tidak mudah. Tapi harus berusaha. Hasilnya apakah nanti kita mendapat petunjuk, itu hak prerogatif Allah yang memberikan petunjuk.

Sama dengan usaha kita pengen ini dan itu, kalau kita tidak berusaha, keinginan kita belum tentu akan tercapai, apalagi tidak ada usaha. Sudah berusaha saja seringkali kita dihadapkan pada hasil yang belum tentu sesuai dengan keinginan kita, bisa meleset, bisa tidak kunjung datang, bisa lebih buruk dari perkiraan atau bahkan bisa lebih baik dari apa yang kita perkirakan.

Untuk masalah hasil, ada keyakinan akan taqdir dari Allah yang Maha Memiliki segalanya. Apakah mengabulkan atau tidak. Memberikan yang lebih baik atau menggantinya dengan yang lain atau menunda memberikannya. Percaya akan kekuatan Allah harus menjadi bagian dari setiap usaha kita.

Kopi yang diseduh dengan proses yang sama, bisa saja menghasilkan hasil yang berbeda-beda setiap kali menyeduhnya. Di dalam kenikmatan secangkir kopi ada berbagai kenikmatan dari Allah yang tiada terhitung dan tersebutkan.

Dalam merancang bisnis baru ini, entah hasilnya nanti bagaimana, tapi yang kurasakan adalah kenikmatan merasakan kesabaran dalam setiap usaha yang kucoba, kenikmatan perjalanan menyelami rasa ketaqwaan kepada Allah semata akan setiap ikhtiar yang kulakukan. Kapan akan diberikan ‘hadiah’ dariNYA atau dalam bentuk apapun hadiah dari usahaku senantiasa kunikmati setiap harinya.

Pengen deh… Allah Ridho akan setiap langkah yang kujalani ini….. Ya Allah, bimbing hamba selalu. Jagalah kemurnian dan keikhlasan hati ini hanya pada Mu, Ya Allah. Jagalah diri ini untuk istiqomah taat kepada Allah dan RasulNya….

Aamiin ya Robbal alamin.

 

@WiDS Ahad, August 27, 2017
4 Dzulhijah 1438H

http://www.wbuenastuti.com

2 thoughts on “Pengen Deh…

  1. Banyak pengen ini itu tetapi harus selalu yakin bahwa waktu NYA lah yg terbaik dan tidak ada yg tidak mungkin bagi ALLAH.
    Sesuatu yg baik diwaktu yang baik.
    Berusaha, berdoa, dan bertawakal.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s