BukBer


BUKBER

Oleh Widyaretna Buenastuti

Penasaran

Jadwal meeting dari satu ke yang lainnya cukup menyita waktuku di hari pertama bulan Ramadhan. Sepertinya semua orang menginginkan mengejar target untuk menyambut lebaran meminta seporsi dari waktuku yang sangat terbatas.

Astaghfirullohaladzim, kulirik jam di tanganku sudah menunjukkan pukul 16.30. Dan kulihat handphoneku ada beberapa pesan dari istriku tercinta yang belum sempat aku baca. Kuberharap dan berdoa semoga dia mengerti kesibukanku. Rasa rindu dan khawatir menyelimutiku. Kusudahi meeting yang masih berlangsung dengan segera karena hanya satu yang ingin segera kulaksanakan, menanyakan keberadaan istriku. Sebelum meeting berakhir kukirimkan pesan:

Aku: Assalamualaikum, Istriku dimana?

Istriku Waalaikuksalam suamiku, ini di mobil.

Keningku berkerut membaca pesan singkatnya. Loh kok dia sudah di mobil jam segini. Biasanya keluar kantor jam 5.

Aku: mau kemana?

Istriku bukber

Semakin penasaran diriku dengan jawaban-jawabannya yang singkat. Rasanya belum ada pembicaraan apa-apa tentang ada acara bukber hari ini. Padahal biasanya istriku ini selalu meminta ijin padaku dengan detail. Kucoba scroll up pesan-pesan yang ia kirimkan tadi siang yang belum sempat aku baca. Positif, gak ada cerita tentang bukber hari ini. Ia hanya mengirimkan reminder-reminder untuk sholat zuhur, sholat ashar dan beberapa doa-doa untukku. Rasanya sudah panas diri ini duduk di ruangan meeting dan ingin sekali keluar untuk menelpon Istriku.

Kukirimkan pertanyaan lagi, masih melalui whatsapp.

Aku: bukber dimana?

Istriku: di masjid.

Aku: di masjid mana

Istriku: Al Azhar

Aku: sama siapa?

Tidak langsung dijawabnya. Kutunggu jawabannya. Satu menit, dua menit, lima menit, belum juga dibacanya. Mungkin dia lagi di tengah kemacetan dan sulit untuk menjawabnya. Tapi rasa penasaran ini semakin menggelora dan menggoda diriku. Kenapa Istriku gak cerita yah kalau mau ada acara buka bersama hari ini. Dan tumben aja ada yang mau bukber di masjid. Tapi sama siapa? Kok lama yah jawabannya.

Semoga istriku baik-baik saja. Pintu keluar dari ruang meeting rasanya sudah memanggil manggilku untuk keluar dan menelponnya. Kulirik hpku lagi dan sepertinya kegelisahanku terbaca oleh bosku.

Kita tutup meeting ini sebentar lagi, tapi saya ingin semua sudah memberikan laporan tentang status toko besok pagi pada saya. Bosku yang baik hati segera menutup meeting yang juga sudah menunjukan jam 17.10. Ternyata baru 40 menit diriku penasaran akan keberadaan istriku, tapi rasanya sudah berjam-jam berlalu.

Kulihat dia typing di layar hpku, deg-deg an juga menunggu jawabannya. Ini sudah menit ke delapan sejak saya kirimkan pertanyaan yang masih menggantung. Sama siapa Istriku mau bukber di masjid? Sepertinya dia berhenti typing.

Menit kesepuluh pesannya masuk.

Istriku: SeMasjid

Astaghfirullohaladzim…. Istriku, Istriku. Gemes aku dibuatnya dan semakin rasanya kangen ini menyelimutiku ingin segera bertemu dengannya. Siapa yang tidak lega? Dan kenapa diri ini tidak terfikir kalau bukber di masjid yah pasti semasjid. Selera humornya yang cerdas selalu membuatku terkaget kaget setiap harinya dan menambah kemesraan-kemesraan di antara kami. Hariku yang padat serasa nyess terguyur dengan kemesraan humoris Istriku yang luar biasa dan kesabarannya dalam mengerti kesibukan suaminya menambah rasa bersyukurnya diri ini mendampinginya karena Allah Ta’ala.

Aku tak kuasa untuk menahan satu detikpun dan segera setelah aku keluar dari ruang meeting, kupencet nomernya dan bertambah leganya diri ini mendengar suaranya yang senantiasa menentramkan hati.

Subhanallah, Allah Maha Baik. Setiap harinya, Alhamdulillah ku di perlihatkan kembali akan Keagungan Allah dan Kasih Sayang Allah padaku. Kuberdoa Semoga diri ini bisa senantiasa menjadi imam bagi Istriku agar kita senantiasa bersanding hingga di JannahNYA.

Amin ya Robbal alamin.
———————————–
Iseng

Tumben, hari ini sepi sekali pesan di layar hpku ataupun telpon dari suamiku. Biasanya suamiku rajin menelponku. Dari mulai berangkat ke kantor, sudah sampai kantor, mengingatkan sholat atau hanya sekedar menyampaikan rasa kangen saja setiap harinya.

Hari ini berbeda. Sepi. Pasti suamiku lagi sibuk.

Waktu berangkat, suamiku sudah bercerita memang kalau jadwal meetingnya di hari pertama Ramadhan ini akan padat. Tanpa mengharapkan balasannya, akupun mengirimkan reminder reminder setiap azan Zuhur dan Ashar serta doa-doa untuknya. Tapi sepertinya ia benar benar sedang sibuk karena di reportku hanya ada bukti bahwa tanda pesannya terdeliver tetapi belum dibaca. Semoga dia akan ada kesempatan sebelum buka puasa nanti untuk membacanya.

Alhamdulillah hari pertama puasaku tidak terlalu berat. Jadwal meeting alhamdulillah tidak terlalu padat. Kurencanakan untuk buka puasa di Masjid favoritku yang memang terlewat untuk arah pulang. Kulirik arlojiku dan sudah jam 16:30. Saatnya turun dan berangkat kupikir. Biasanya suamiku akan menanyakan keberadaanku pada jam mau pulang kantor. Kutunggu saja lah sampai ia bertanya. Rasanya ia benar benar sedang sibuk.

Selagi kubereskan perlengkapanku di mobil, hpku berbunyi pesan masuk dari suamiku

Suamiku : Assalamualaikum, Istriku dimana?

Aku: Waalaikuksalam suamiku, ini di mobil.

Bener kan dia bertanya. Dan pertanyaan berikutnya pasti bertanya mau kemana. Heran juga, padahal sudah tahu jam pulang kantor, dan pasti saya gak kemana mana kecuali arah pulang. Tapi kebiasaanya yang sudah kuhafal, pasti bertanya begitu. seakan akan sudah terprogram di hpnya. Tiba-tiba rasa isengku menggelitik untuk menggodanya. Kasihan pasti ia sudah mengernyitkan dahinya sepanjang hari. Kusiapkan jawaban yang lain.
Suamiku: mau kemana?

Aku: bukber

Geli aku membacanya. Pasti dia akan mengernyitkan dahinya dan penasaran, karena aku sama sekali belum bicara atau minta ijin mau ada acara bukber. Kubayangkan kalau dia masih di dalam ruang meeting pasti ada sms berikutnya, kalau sudah keluar dari ruang meeting pasti dia akan langsung menelponku.

Ternyata pesan berikutnya yang masuk

Suamiku: bukber dimana?

Aku: di masjid.

Suamiku: di masjid mana

Aku: Al Azhar

Suamiku: sama siapa?

Nah kan benar saja dugaanku. Suamiku semakin penasaran tapi keadaan tidak memungkinkan ia untuk menelponku. Sembari menembus kemacetan sore yang biasa terjadi di bulan-bulan Ramadhan, aku melihat langit yang cerah dan suasana yang berbeda setiap di bulan Ramadhan. Semua orang satu kota sepertinya berlomba lomba berhasrat untuk berbuka puasa bersama di rumah masing-masing atau ada acara acara buka puasa bersama. Semua ini tergambar dengan keriuhan di jalan raya yang kunikmati sore itu. Terbayang wajah suamiku yang menunggu jawabanku di layar hpnya sembari sudah penasaran ingin sekali menelponku tapi belum bisa.

Kubiarkan saja dulu. Kira-kira sepuluh menit lah baru akan aku jawab. Bagi yang penasaran dan menunggu, satu menit saja pasti akan terasa lama. Maafkan saya ya Allah. Ini memang sengaja kulakukan buat menghibur Suamiku. Semoga Allah Ridho dan memaafkanku. Kunikmati tausyiah sore itu dari radio di dalam mobil sembari menunggu waktu yang berjalan. Satu menit, dua menit, lima menit. Kutersenyum menahan diri dan membayangkan Suamiku yang sudah penasaran.

Menit kedelapan, kubuka layar hpku dan kucoba ketik. Jawaban sudah kusediakan. Dan kututup kembali karena lampu telah hijau di depanku dan aku harus menjalankan mobil. Mobil kembali terhenti dan jatuh menit kesepuluh, aku send,

Aku: Se Masjid
Kutersenyum dan membayangkan wajah Suamiku yang lega dan plong tapi juga gemas padaku. Pasti dia gak sabar untuk menghubungiku segera.
Benar saja, kriiiinnnggg…. “Suamiku tercinta” terbaca di layar hpku.

Alhamdulillah keisenganku ternyata berhasil membuatnya tertawa dan terhibur. Tidak henti hentinya ia memanggil namaku dengan kemesraanya. Senangnya di sore bulan Ramadhan yang mulai memerah warna langit di hadapanku, Allah memberikan kenikmatan bercengkerama walau tidak di satu tempat tetapi hangat rasanya di hati. Serasa rangkulan Allah menyelimuti kami berdua sore itu. Kupanjatkan doa agar ia senantiasa diberikan pertolongan Allah untuk menjadi imamku yang membawa kita hingga JannahNYA.
@WiDS June 13, 2016

http://www.wbuenastuti.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s