Snorkling


Snorkling

Oleh: Widyaretna Buenastuti

Ini pertama kali aku mencoba snorkling. Sebuah kegiatan di laut untuk menikmati keindahan permukaan lautan yang indah dengan karang-karang dan ikan-ikan yang serasa bersahabat saat kita mulai mendekatkan diri pada mereka. Perlengkapan yang diberikan pun sederhana, hanya kaca mata renang yang lebar dan menutup lubang hidung, pipa untuk membantu bernafas dan kaki sirip yang menjaga kaki dari terkena terumbu karang serta memudahkan mengkayuh air.

Kududuk dipinggir bibir kapal dan berniat loncat ke air laut seperti yang dilakukan sang pemandu, ada keraguan dan sedikit kenekatan. Akhirnya kuceburkan diri ke tengah air laut yang serasa begitu luas. Byurr dan seluruh tubuhku memasuki air dan tak lama terdorong ke atas perlahan tapi pasti. Berbeda dengan di kolam renang, air laut membuat badan terasa ringan dan rasa air yang asin serasa langsung mengeringkan kerongkonganku. Dengan mengikuti pemandu, aku langsung ditunjukan tempat karang-karang yang telah menunggu untuk dilihat keindahannya. Kukayuh tangan dan kakiku menjauh dari kapal dan melalui kaca mata renangku aku mulai melihat isi di bawah air laut.

Masya Allah. Allahuakbar. Keindahan-keindahan dari bawah permukaan air laut langsung tersajikan untuk dinikmati. Berbagai warna sudah terlihat. Ikan-ikan kecil pun berenang beriringan seperti menyapaku. Karang-karang yang keras seperti menjadi tempat persembunyian ikan-ikan kecil, dan karang-karang yang lembut seperti rumput di daratan bergoyang-goyang menari menyambut sentuhan lembutku padanya. Kutemukan ikan-ikan kecil yang bercanda bersamaku dengan melihat wajahku dan berlari menjauh dan kembali lagi. Seperti anak-anak kecil yang kegirangan bila bertemu tamu antara malu dan ingin tahu berbaur. Keindahan alam yang membuatku tersenyum dan menghiburku. Hingga panas yang menyengatpun tak terasa lagi.

Kadar garam air laut membuat badan terasa ringan dan gelombang lautpun serasa menghanyutkanku terus tanpa perlu kukayuh tangan dan kakiku. Pipa udara yang disediakan cukup membantuku menikmati keindahan pemandangan tanpa perlu mengambil nafas keluar.

Kepalaku terus berada di bawah air dan terus kunikmati sajian keindahan ciptaan Allah sembari berdzikir menyebut nama Allah. Kutelusuri terus keindahan karang-karang dan mulai kurasakan suhu air yang mulai terasa lebih dingin. Ooops. Hatiku takut. Ada tebing di dalam laut. Warna air lautnya pun lebih gelap. Serasa kita tengah berdiri di atas tebing dan melihat kegelapan tanpa batas kedalam laut. Akupun berhenti dan berusaha kembali ke arah karang-karang yang di atas tebing. Kuberdiam dan menarik nafas dalam-dalam. Kuintip sekali lagi. Warna-warna yang lebih indah terlihat sedikit demi sedikit dari atas di dalam kegelapan. Membuatku penasaran.

Kucoba perlahan berenang ke arah tebing dalam laut dan terasa tiada pijakan dibawahku. Ada rasa mendesir di dalam perut. Mungkinkah aku jatuh ke bawah atau mungkinkah ada sesuatu hal dari bawah laut yang tiba-tiba mengagetkanku. Semua fikiran dan bayangan yang membuatku berasa sangat kecil dan tiada berdaya. Kupasrahkan diriku pada Allah dan kuberanikan diri untuk semakin berenang ke tebing karang dan menyusurinya.

Masya Allah. Semakin kebawah warna karang dan penghuni lautnya semakin indah. Di sela-sela batu-bebatuan karang yang berada di tebing, berbagai warna indah yang tersaji membuatku semakin berdecak kagum. Tapi aku tidak bisa menikmatinya terlalu lama karena nafasku terbatas dan serasa air lautpun mendorongku kembali ke permukaan. Pipa untuk bernafas tidak cukup panjang untuk dibawa ikut menyelam. Berulang kali aku mencoba menyelam lebih dalam dan hanya sekilas keindahan saja yang dapat kunikmati. Keindahan yang dijaga oleh Allah melalui mekanisme alam itu sendiri.

Seperti layaknya irama dan misterinya kehidupan ini. Saat keindahan-keindahan tersaji di permukaan, kecenderungan kita merasa nyaman terlebih bila kaki masih bisa berpijak. Saat kita dihadapkan dengan kegelapan dan kaki tiada tempat berpijak, tangan tiada dapat menggapai untuk bergantung, selalu ada rasa takut dan khawatir. Teringat  saat aku berusaha memberanikan diri untuk, menyusuri tebing di dalam laut, menyelam lebih dalam dan mengintip keindahan-keindahan yang tersembunyi di tembok-tembok tebing laut. Warna-warna yang tersaji sungguh lebih indah dari pada yang kutemukan di permukaan, yang tiada kudapat gambarkan dengan kata-kata dalam tulisan ini. Rasa takut dan khawatir menyelimuti, tapi tetap kulanjutkan. Tak terasa sudah dua jam lebih dan waktunya untuk naik kapal kembali.

Kapal yang kunaiki terus memecah gelombang ombak dan serasa mengiringi renunganku.  Saat-saat aku berasa berada di dalam kegelapan, berasa dalam permasalahan yang menghimpit dan membuat sesak nafasku, selalu ada secerah keindahan yang diberikan Allah padaku. Seperti saat ku menyelam dalam kegelapan dan nafas yang terbatas aku tetap diberikan keindahan pemandangan tebing laut yang kusyukuri akan nikmatNYA. Selama keikhlasan dan ketaqwaan hanya pada Allah semata, kegelapan yang kita hadapi akan tiada lagi memberikan rasa takut, tiada lagi memberikan rasa khawatir. Keindahan yang sedikit muncul seperti warna ungu, hijau, jingga yang kulihat keluar dari sela-sela tebing menjadi penghibur lara yang tiada dapat tergambar dengan kata-kata dan serasa semua tetap indah karena Allah semata.

Saat kita percaya dan yakin Allah akan selalu bersama kita, tiada yang tidak dapat kita lewati. Allah akan senantiasa menjaga dan membimbing kita untuk melihat keindahan yang terselip di antara kegelapan dan pada akhirnya yang tertanam di diri adalah tinggal keindahannya saja.

Ya Allah, Engkau tiada pernah meninggalkan hambaMU, hanya kamilah yang senantiasa melupakanMU. Bimbinglah kami dalam melatih keikhlasan menerima semua cobaan dan nikmatMU. Bimbinglah kami untuk senantiasa tetap bersyukur dalam kegelapan maupun dalam terang yang Kau berikan. Latihlah kami untuk bisa melihat secercah keindahanMU pada segala rasa, segala ruang dan waktu. Ampuni hamba-hambaMU ya Allah dan bimbinglah kami ya Allah hingga bertemu kembali kepadaMU.

@WiDS May 29, 2016

http://www.wbuenastuti.com

PS: untuk teman-temanku yang sedang melewati ujian hidup. Jadikan sabar dan sholat sebagai penolongmu yah….

2 thoughts on “Snorkling

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s