Teman Seperjalanan


 

Teman Seperjalanan

Oleh Widyaretna Buenastuti

Ping!

Notifikasi di HP ku berbunyi menandakan pesan masuk. Kubuka dan kubaca setelah menunaikan sholat maghrib dan mencoba menjawab pesan-pesan yang masuk setelah acara peluncuran buku pertamaku.

“Maaf tidak bisa hadir di acara peluncuran bukunya. Aku sedang dalam perjalanan bisnis, tapi Alhamdulillah bukunya sudah kudapat dan jadi teman seperjalananku. Congrats & Sukses.”

Pesan dari teman satu almamater yang memang sudah lama tidak berjumpa. Diantara pesan-pesan yang kuterima membalas undanganku dan ucapan selamat, pesan ini membuatku terpaku dan terdiam saat membacanya. Kenapa? Hatiku berasa tersentuh dan ada rasa nyesss kembali yang kurasakan membaca kata-katanya dalam pesan tersebut. Masya Allah karya buku pertamaku yang memang terlahir karena ijin Allah semata ini ternyata mempunyai makna beragam di tangan pembacanya. Aku tertegun dan merenungkan kata “Teman Seperjalananku”.

Benar juga, selama ini disaat kita berpergian atau bersafar sendirian, kita akan mempersiapkan diri dengan benda-benda untuk menemani kita dalam perjalanan. Pilihan beragam, ada buku bacaan, alat pemutar musik, gadget, dan bahkan cemilan. Akupun begitu. Isi tasku bisa beragam dan tergantung berapa jam aku akan berada di dalam perjalanan. Pilihan buku juga aku sesuaikan dengan waktu perjalanan dan apa keperluan perjalanan. Walau terkadang buku itu hanya menjadi teman yang mengisi tasku karena seringkali aku menemukan teman kenalan baru di dalam perjalanan, namun tetap selalu harus ada buku bacaan di dalam tasku. Karena pada dasarnya kita butuh teman dan akan lebih nyaman bila kita bersama teman.

Akankah kita selalu bersama teman atau adakah yang senantiasa dapat menemani kita saat kita berpergian sendiri? Bagaimana perjalanan kita di dunia ini yang sudah pasti akan kembali pulang ke kampung akhirat nantinya? Siapakah temanku? Pertanyaan pertanyaan inilah yang muncul di dalam benakku dan membuatku tertegun merenungkan sebait kata Teman Seperjalananku.

Selagi aku membenamkan diri dalam perenungan masih di atas sajadahku, suamiku memanggilku dan mengabarkan bahwa sahabatnya baru saja meninggal dunia. ”Innalillahi wa innailaihi rojiun…..“ tak sanggup ku tak meneteskan air mata. Bukan karena berita kepulangan seorang sahabat yang telah selesai tugasnya di dunia, tetapi kepada pesan yang Allah hadirkan pada diriku di saat ku tengah menunggu azan Isya dalam perenungan akan kata teman seperjalananku.

Astaghfirullohaladzim, bulu kuduku berdiri dan kurasakan Allah beserta alam semesta yang mengingatkan diriku. Terbayang berada di dalam liang kubur sendiri dan berbalutkan kain kafan. Akankah aku siap untuk dibangunkan kembali dan berjalan di padang mahsyar? Siapa atau adakah yang dapat menemaniku dan membuat diriku tenang dan nyaman untuk menjalani perjalanan ini? Apakah kain kafan itu teman seperjalananku? Saat-saat perenungan ini kuhayati, kuteringat kembali dengan sebuah hadits yang selalu diingatkan kepada kita yang mengatakan “Apabila seorang manusia meninggal maka putuslah amalnya, kecuali tiga hal: Sedekah jariyah atau ilmu yang bermanfaat sesudahnya atau anak yang shalih yang mendo’akannya”. (Hadits riwayat Muslim, Abu Dawud, At-Tirmidzi, Nasa’i dan Ahmad).

Masya Allah, sungguh luar biasa peringatan yang Allah sampaikan kepadaku sore itu. Betapa besar kasih sayang Allah pada kita. Teman seperjalanan kita sesungguhnya telah pula dipersiapkan oleh Allah kepada hamba-hambaNYA, asalkan kita mau berusaha untuk mendapatkannya. Sama saja dengan sebuah buku yang menjadi teman seperjalanan. Bukankah kita juga harus mencarinya, membelinya dan membawanya ketika kita akan melakukan perjalanan? Semua harus dengan usaha. Begitu juga dengan teman-teman seperjalanan kita di akhirat nanti, Sedekah, Ilmu yang bermanfaat dan Anak Sholih yang mendoakan. Bukan hanya satu yang dipersiapkan Allah tetapi 3 Teman Seperjalanan. Akankah kita masih menyia-nyiakan waktu dan kesempatan untuk mempersiapkan teman-teman seperjalanan kita? Sudahkah kita mengalokasikan waktu untuk menjalin “persahabatan“ dengan ke 3 Teman Seperjalanan kita itu? Apakah kesibukan yang kita lakukan sehari-hari saat ini adalah untuk menjalin persahabatan itu atau hanya mengumpulkan barang-barang untuk kita tinggalkan nantinya di dunia?

Selamat merenung dan mengumpulkan sebanyak-banyak teman untuk menemani kita dalam perjalanan kita yang akan menghadap kepada Sang Maha Pencipta suatu hari nanti dan waktu itu pasti datangnya.

©WiDS Sunday, June 7, 2015

www.wbuenastuti.com

 

 

 

8 thoughts on “Teman Seperjalanan

  1. This time is not a comment, is just a simple story to tell

    There are time not long ago, that my saviour is all simply the komporer just for being there and accompany me along the way thru my path. It is all the dbrondongs claims that they already got a much more fathers as a role models as they lost one on their life journey, thru friendships that bind us.

    As i can see from distance away u grew wiser in each statement in this blog, and as a friend in a short journey here i lightly believe in your statement that only 3 things that accompany us thru our lifetime, sadaqah, ilmu yang bermanfaat dan do a anak shalih(can’t translate it my knowledge is too cramped). People we love can come and go and also our fear of lost itself, but as we grew stronger hopefully u and i can manage it easily. i believe u can…..

    Keep your beautiful blog alive and enriched it with all the scenery u saw along your journey wids…. and keep share it with us as your journey friends.

    • Subhanallah… Beatifully well put… Thank you for sharing ur simple and meaningful story. Glad that we grew our friendship because of Allah and Komporer family indeed is a gift to treasured.
      But the 3 things came from Hadits and not from me who is still learning and riding the journey of life.
      With Allah’s permission and inspiration I will try best I can to keep on sharing the learnings along my journey. Barakallahu fik, Asdi.

  2. Alhamdulillah dpt cerita lg dr Ibu,,😘
    Ini cerita pertama yg diketik menggunakan gadget dr Bapak y? 😛
    Kadang kita lebih mempersiapkan teman untuk perjalanan di dunia dan menyepelekan teman yg mengantar kita ke akhirat,,
    Terima kasih untuk renungannya Ibu sbg reminder jg😘

  3. alhmdlh eka jg baru buka blog usth ini… rasanya ada cambuk u ku meneruskan goresan pena ku didunia tulis menulis… percikan semangat u eka usth… sangat memotivasi … syukron usth ditunggu cerita cerita selanjutnya…. barakaalloh cerita menginspirasi dunia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s