Super Hero


Super Hero

Oleh Widyaretna Buenastuti

 

Dalam suatu perbincangan bersama suamiku di tengah perjalanan, sampailah kita pada topik Super Hero yang terkenal mendunia seperti Superman, Batman, Spiderman yang masing-masing mempunyai kelebihannya tersendiri. Namun, bukan pada kehebatan mereka yang menjadi pembahasan kami di mobil. Tetapi pada kesamaan yang mereka miliki yaitu rata-rata mereka digambarkan mempunyai double identity atau peran atau tampilan yang berbeda antara saat mereka menjadi Super Hero yang memberikan kehebatannya pada masyarakat yang perlu dibantu dengan pada saat mereka tidak sedang bertugas.

Superman misalnya, saat tidak memakai jubahnya ia digambarkan sebagai seorang wartawan yang berpenampilan sangat berbeda dari seorang yang mempunyai kekuatan super power. Rambut klimis, wajah ditutup dengan kacamata kotak dan pakaian yang konvensional, padahal di balik itu semua matanya bisa mempunyai kemampuan tembus pandang dan pendengarannya juga yang luar biasa tajam.

Spiderman, seluruh tubuhnya tertutup oleh pakaiannya yang menyembunyikan jati diri sebenarnya. Begitu juga dengan Batman dengan jubah hitamnya dan suaranya yang berbeda saat menjadi SuperHero dibandingkan saat ia tidak menjadi Super Hero.

Kemana arah pembicaraan topik Super Hero ini sebenarnya? Kenapa mereka harus mempunyai Double Identity? Apakah sekedar agar tidak diketahui musuh karena akan membahayakan jiwanya serta orang-orang yang mereka cintai? Mungkin benar tujuan double identity dari mereka demikian. Tetapi pembahasan di mobil kali itu mengarah pada hal lain.

Pembicaraan kala itu membahas dan meresapi filosofi di balik double identity para Super Hero ini yang dikaitkan dengan suatu  pelajaran berharga akan ajaran Rasulullah tentang menyembunyikan suatu amalan atau ibadah.  Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “bahwa siapa saja yang bersedekah secara sembunyi-sembunyi -ibarat tangan kiri tak mengetahui apa yang dilakukan tangan kanan- maka ia termasuk ke dalam salah satu dari tujuh pihak yang diberi naungan oleh Allah, dimana pada hari itu tidak ada naungan kecuali naungan-Nya. Sebagaimana yang diriwayatkan oleh Imam Muslim.

Kuresapi hasil diskusi bersama suamiku ini tentang hubungan Super Hero dengan Menyembunyikan Amalan. Menarik. Dan aku niatkan untuk membahasnya dengan anak-anak sesampainya di rumah. Suatu pembahasan yang kupikir akan ringan untuk bisa dicerna oleh anak-anak yang sangat mengenal karakter para Super Hero itu. Bahwa dalam beramal tidak perlu lah kita menggembar-gemborkan atau berpamer ria. Penyamaran para Super Hero itu bisa diartikan sebagai menyembunyikan amalan kebaikan yang telah mereka lakukan agar orang tidak ada yang tahu siapa identitas mereka sebenarnya.

Sesampai di rumah dan kurebahkan diriku di kursi terdengar azan Isya berkumandang. Tiba-tiba si bungsu datang di hadapanku dengan pakaian sholatnya, dan wajah yang masih basah oleh air wudhu siap untuk berpamitan ke masjid. Tradisi berpamitan yang biasa kami lakukan adalah memeluk dan mencium tangan. Tetapi kali ini tangan kirinya tidak memelukku melainkan memegang kantongnya sebelah kiri. Tentu saja membuat diriku penasaran.

“Ada apa itu dek di kantong, kenapa dipegangin?”

“Ada duitnya ma. Ini buat infaq di masjid, ma.” Jawabnya dengan polos.

“Berapa duit buat infaqnya?“ masih penasaran kutanya lebih lanjut

“Makanya aku tutupin biar mama gak tau ini jumlahnya berapa, kan kalau kita beramal harus dirahasiakan.“ Jawaban yang membuatku tertegun dan trenyuh. Mataku menatap matanya yang polos dengan hati yang rasanya bercampur antara terharu, bahagia dan sekaligus tersindir. Kutarik dirinya kembali dan semakin kupeluk dengan erat sembari mendoakannya di dalam hati.

Mataku tak lepas memandang punggungnya yang meninggalkanku untuk keluar rumah dan pergi ke masjid untuk memenuhi panggilan Allah Subhanna wa Ta’ala. Tak terasa tetesan air mataku pun menetes merasakan hati yang sangat trenyuh dengan rejeki dan nikmat Allah yang luar biasa.

Ternyata niatku untuk menyampaikan suatu cerita tentang Super Hero yang menyembunyikan amalannya sudah langsung terkalahkan dengan kemurnian niat si bungsu yang langsung mengaplikasikan hadits Rasulullah. Masya Allah.

Kuterdiam dan menyadari bahwa justru diri ini lah yang sebenarnya sedang di ingatkan oleh Allah. Pertama melalui cerita bersama suami tentang Super Hero dan kedua kalinya dari ananda tercinta yang merahasiakan jumlah infaqnya. Bukan sebaliknya. Kedua kejadian dalam hari itu serasa colekan sedikit dari Allah, yang membuatku tersentil dan kusadari sering kali diri ini tiada kuasa untuk mengumumkan ke teman atau kerabat tentang apa yang sedang kita lakukan bahkan sedang berada di mana, misal sedang berumroh atau sedang berada di kajian atau kegiatan sosial lainnya yang dilakukan bersama kantor. Terlebih lagi saat social media sudah ada di gengaman kita. Semua menjadi mudah untuk mengumumkan status. Astaghfirullohaladzim. Ya Allah, ampuni hamba ya Allah. Ampuni hamba yang masih tiada kuasa menahan nafsu berpamer. Ampuni hamba yang tiada kuasa untuk menahan rasa sombong telah berbuat baik. Bimbing hamba ya Allah. Hanya kepada Engkaulah, hamba menyembah, dan hanya pada Engkaulah hamba memohon pertolongan.

 

©WiDS Tuesday, May 13, 2015

www.wbuenastuti.com

 

2 thoughts on “Super Hero

  1. nice and simple story,,, tp bisa menyentuh semuanya banyak sekali hikmahnya intinya berbuat baik dan berbagi untuk membuat orang lain bahagia dan hidup lebih baik…adalah keharusan tidak mengharap balasan ,,,, biarkan itu menjadi rahasia kita dan Tuhan kita…

    • Ulil, begitulah kiranya hikmah dr super hero. Beramal tanpa pamrih. Percayakan bhw Allah Maha Teliti di hari perhitungan nanti. Dan sesungguhnya kebaikan yg kita lakukan tdk ada yg sia sia. Makasih dah visit and comment di blog ini. Barakallahu fik.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s