Spot Parkir


Spot Parkir

Oleh Widyaretna Buenastuti

Kuarahkan mobilku pada area parkir yang selalu menjadi spot favoritku dikalaku pergi seorang diri ke salah satu mal di Jakarta, karena space antara satu mobil dengan mobil lainnya cukup lebar dan saya selalu mendapatkan spot yang cukup nyaman untuk jalan dari tempat parkir ke dalam gedung. Di suatu hari minggu pagi, sepertinya area favoritku mendadak menjadi area favorit hampir semua pengunjung. Sehingga tidak ada satu spot pun yang tersisa. Kukitari area itu hingga empat kali dan setiap kulewatkan tanda panah untuk mengarah ke parkiran lantai atas, aku mengatakan kepada anak-anakku,

“Sepertinya kalau mama putar satu kali lagi, kita akan dapat tempat parkir.”

Sampai akhirnya setelah putaran keempat, aku menyerah dan mencoba peruntunganku untuk pindah ke area parkir di atas. Ternyata juga tidak mudah mendapatkan parkir di lantai atas. Hari itu sepertinya semua orang berfikiran untuk mengunjungi mal yang sama dengan saya. Tetapi, akhirnya ada tempat parkir yang sepertinya memang sudah disediakan untukku dan sesuai dengan doaku. Tempat parkir yang nyaman dan dekat dengan pintu masuk. Ini pertama kali aku parkir di lantai paling atas mal tersebut.

Tidak disangka, ternyata lantai paling atas itu adalah lantai tempat bioskop, tempat makan, dekat toko buku dan permainan anak yang berada pada satu lantai. Tempat-tempat yang sesuai dengan kebutuhan yang saya butuhkan bersama anak-anak saya yang memang pada hari itu mengejar satu film anak-anak yang sedang di putar. Subhanallah… Nikmat mana lagi yang coba aku ingkari.

Bayangkan, seandainya saya diberikan spot parkir di lantai bawah yang menjadi favorit saya, tentunya saya tidak akan bisa bolak balik ke mobil dengan mudah untuk menaruh beberapa belanjaan bukunya anak-anak yang cukup berat bila harus di bawa ke dalam area bioskop. Kalau lagi sendirian, parkir di bawah tidak akan menjadi masalah, ternyata bawa anak-anak orientasinya harus berbeda.

Saat itu rasa syukur saya dengan tidak diberikannya spot parkir di lantai bawah menjadi wajib saya panjatkan, karena sesungguhnya Allah sudah menyiapkan satu tempat yang lebih baik dan sesuai kebutuhan kita. Keinginan kita terkadang hanya terbatas pada pengetahuan dan pengalaman kita sendiri.

Kejadian sederhana mencari parkir ini mengajarkanku untuk tidak melupakan bahwa rasa syukur terhadap nikmat yang Maha Kuasa seharusnya tidak hanya kepada apa yang diberikanNYA kepada kita namun juga terhadap apa yang tidak diberikanNYA kepada kita.

Mata hati kita seringkali hanya melihat dan mengerti untuk mengucapkan syukur atas apa yang kita minta dan diberikanNYA kepada kita. Namun seringkali kita lupa bahwa apa yang tidak diberikanNYA kepada kita merupakan suatu nikmat juga dan semua itu terjadi karena kasih sayangNYA kepada kita.

Belajar menerima kenapa doa kita belum dikabulkanNYA adalah suatu proses untuk memahami arti bersabar dan bersyukur lebih mendalam. Seringkali ada yang mengeluh ditinggal pacar dan susah mendapatkan yang baru, atau telah menunggu sekian lama namun belum juga diberikan momongan dan masih banyak lagi keinginan-keinginan yang belum dikabulkan. Padahal, mungkin kita diselamatkan dari sesuatu hal yang bisa mengakibatkan kita lupa untuk bersabar dan bersyukur. Satu hal yang tentunya kita tidak ingin terjadi adalah kebekuan hati ini menjadi tidak dapat merasakan arti bersabar dan bersyukur atas Cinta Sang Maha Pencipta. Semoga kita semua senantiasa dilembutkan hatinya untuk dapat melihat nikmat tidak hanya atas apa yang diberikanNYA kepada kita tetapi juga atas apa yang tidak diberikanNYA kepada kita. Bila doa dan keinginan kita belum diberikanNYA, percayalah bahwa akan ada yang lebih baik dari apa yang kita harapkan yang sudah dipersiapkanNYA untuk kita. Jangan pernah berhenti untuk bersabar dan bersyukur.

©WiDS http://www.wbuenastuti.com
Sunday, April 27, 2014

PS: tulisan ini diketik di dalam mobil saat menunggu one way dibuka dari arah puncak ke Jakarta selepas acara dari panti asuhan.

14 thoughts on “Spot Parkir

  1. Sayangnya keberuntungan ibu gak pernah mampir di saya kl urusan parkir, bbrp waktu lalu saya ke PIM sama suami, sampai di PIM pk. 16.15, cari parkir muter2 makan waktu 1 jam lebih, akhirnya krn kami blm shalat Ashar, terpaksa kami shalat Ashar di mobil secara bergantian… Stlh saya cb 2x putaran .. Kemudian kami memutuskan utk pulang dan membatalkan pertemuan dgn teman2 … Saya berkhusnudzon , bahwa Allah mmg tdk menghendaki kami berada di PIM, krn akan ada hal buruk akan terjadi bila kami tetap maksa ada di PIM

  2. Hmm,,perlu belajar untuk bisa bersyukur terhadap nikmat yang belum atau tidak diberikan oleh ALLAH kepada kita,,
    Terima kasih Bu untuk kembali diingatkan=)

  3. Pertama terima kasih kepada Allah karena telah mempertemukan saya dengan wanita yang begitu menginspirasi, dahulu hanya bisa mengagumi dan kemarin punya kesempatan bersama, “one short trip” ketika saya tertidur saya akhirnya terbangun mendengar suara ketikan di atas laptop dan jadilah tulisan ini 🙂 Nice.

    Semua kejadian sudah diatur olehNYA…

    • Hahaha…. bener banget Dewi… kayak judul one of my favourite film “While you were Sleeping”…. trimakasih yah dah ditemenin trip ke puncak pp. Maafkan suara ketikan yg membangunkanmu…
      Project kita yg cipayung dilaksanain yah.

  4. Ibu bangunin di saat yang tepat (saat yang mau intv lagi kebingunan cari alamat rumah saya) hehehhee…..
    Siyapp laksanakan bu, dewi avail sabtu dan minggu. dewi tunggu kabar dari ibu aja, kan ibu pasti sibuk banget, kalau dewi sibuk aja 🙂

  5. Judul tulisan sederhana, hanya masalah parkir, tapi widya telah merangkum tulisannya dengan sangat manusiawi sebagai seorang hamba Allah yang mampu bersabar dan bersyukur atas apa yang di karuniakan Allah kepadanya. Allah sdh berfirman bahwa dibalik kesusahan atau kesulitan tentu ada kebaikan.(“inna maa’al ‘usri yusraaa wa Ina ma’aal ‘usri usraa”). Tulisan itu isinya telah mengajak pembacaanya untuk selalu Yaakin bahwa semua yang terjadi pada diri manusia adalah ridho Allah dan Inssya Allah mereka akan termasuk manusia yg taqwa ssebagai tujuan hidup yang haqiqi atau paling benar dihadapan Allah. (wihardijono)

    • Subhanallah. Saya mendapatkan segala pelajaran tentang kehidupan juga berawal dari Bapaknda yang menjadi Role Modelku yang selalu menekankan bahwa apapun yang kita alami dalam kehidupan ini adalah karena Allah semata. Oleh karenanya hanya pada Allah lah kita memohon dan bertawaqal. Thank you Dad. May Allah blessed you with all His Mercy and Rahmatan lil alamin. Ukhibukafillah…. Love you all because of Allah.

  6. Kebebasan kita untuk memilih tempat parkir ternyata tidak mudah kita dapatkan karena ada orang lain yang mempunyai hak yang sama dengan kita, dari tulisan tersebut di atas, saya memperoleh kesimpulan bahwa penulis orang yang selalu bersyukur , tidak mudah menyerah dan percaya kepada adanya kekuatan Allah, kekuatan yang tidak dapat manusia rencanakan, datang dia saat yang tepat untuk orang-orang yang selalu bersyukur , salam

    • Amin ya robbal alamin. Terimakasih banyak Ki Bandi. Nikmat mana lagi yg mau kita ingkari dan tiada pernah sanggup kita hitung nikmat yg diberikanNya pada kita walau sekejap. Saya hanya bisa berbagi pengalaman kepada para pembaca yg tentunya jg krn nikmat dariNYA yg hrs disyukuri sll. In sha Allah kita sll ingat utk bersyukur dan bersabar.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s