Kenangan Masa SMA


Kenangan Masa SMA

Oleh Widyaretna Buenastuti

Ada yang menarik dari tanggapan dari teman-teman SMA yang membaca tulisan saya dalam blog ini berjudul “Sudah Lupa Tuh”. Mereka mengingatkan saya kepada kejadian fenomenal yang terjadi saat suatu pesta perpisahan yang saya juga tidak akan pernah lupa.

Dalam acara perpisahan SMA, bersama 4 teman saya yang lainnya berniat untuk memberikan suatu persembahan kepada alma mater kami dengan menyanyikan satu lagu yang berisikan pesan untuk tidak mudah putus asa karena jalan masih panjang dan teruslah bersyukur kepada Sang Maha Kuasa. Sebut saja grup ini 5 Gadis Bening. Latihan demi latihan untuk melatih vocal dan menghafalkan lirik serta koreografi kita lakukan bersama beberapa hari sebelum hari perpisahaan.

Akhirnya The Show Day tiba. Acara di gelar di salah satu gedung kementrian yang dekat dengan SMA kami. Masih lekat dalam ingatan betapa bersemangatnya kami berlima bersiap-siap untuk tampil di atas panggung dan menunjukan penampilan yang sudah kami persiapkan berhari-hari. Suara para hadirin yang saling bercerita riuh rendah memenuhi ruang-ruang gedung menciptakan nuansa kehangatan dan kebahagiaan atas keberhasilan anak-anak didik dalam menyelesaikan masa SMA mereka. Wajah-wajah para guru pun memancarkan sinar-sinar kebahagiaan melihat anak-anak didiknya yang suka membuat was was dan susah di atur pun bisa lulus. Keriuhan ramah tamah dari para hadirin secara serempak surut dalam keheningan saat MC mulai menyambut dan membuka acara.

Kekhidmatan seluruh hadirin baik yang berada di lantai bawah maupun di balkon atas mengikuti acara pelepasan para lulusan sangat bisa dirasakan. Juga dari balik panggung kami berlima bersiap-siap akan mempersembahkan penampilan kami yang semakin dekat dan membuat degup jantung semakin berderap kencang. Doa dan memantapkan hati untuk tampil mempesona di panggung kami persiapkan. Tibalah waktu pertunjukan kami.

…Kusadar hidup ini hanya sebentar
Untuk apa putus asa
Kan buang waktu saja….
Bukankah setiap orang punya problema
Yang harus kita lalui
Dengan hati yang tabah….

Bait-bait awal dinyanyikan dengan sempurna dan keheningan dalam gedung itu seakan-akan menggambarkan semua hadirin menyimak setiap kata yang dinyanyikan. Lagu Jalan Masih Panjang yang pernah dinyanyikan oleh 7 Bintang ini memang memuat pesan yang sungguh indah. Dalam jeda lirik setelah reff sembari diiringi alunan organ tunggal yang juga dimainkan oleh personel 5 Gadis Bening disisipkan juga koreografi pemberian sekuntum bunga kepada para guru sebagai ucapan terimakasih.

Tiba-tiba, “dug dug dug gubrak”. Sekejap kutersadar kalau baru saja menuruni beberapa anak tangga untuk memberikan sekuntum bunga kepada kepala sekolah dengan jatuh dari panggung tersandung karpet yang berlipat. Posisi kepala di bawah dan kaki di atas sangat tidak cantik dan bening saat itu. Semua hadirin langsung terkejut dan terkesima melihat kejadian beberapa detik yang mencengangkan dan tidak disangka-sangka. Bapak Kepala Sekolah yang duduk di barisan depan dan tepat didepan tangga yang saya turuni secara tidak biasa karena ‘tidak dengan langkah kaki’ pun menerima sekuntum mawar dari tangan saya dengan wajah yang prihatin. Dengan sigap saya berdiri kembali dan tetap tersenyum dan mengatakan,” Terima kasih ya Pak, atas semua didikan Bapak selama ini. “ tanpa sempat berfikir untuk malu ataupun sakit karena pertunjukan belum selesai, saya pun kembali ke atas panggung untuk menyelesaikan bagian bait yang harus saya nyanyikan setelah kejadian fenomenal itu. Pasti bertanya apakah saya sakit? Sama sekali tidak berasa apa-apa hanya ada lebam-lebam biru yang tertinggal di kaki dan badan saya.

20 tahun kemudian saat reuni teman-teman seangkatan, tentunya banyak wajah-wajah yang sudah berubah dan membutuhkan waktu untuk saling mengenal kembali. Saat saya sedang berada di dalam toilet wanita, tiba-tiba ada yang mengetuk pintu:

“Siapa di dalam?”
“Widya”
“Oh, Widya yang jatuh dari panggung itu yah?”

Subhanallah. Kaget juga saya mendengar jawaban itu. Tidak pernah saya sangka bahwa kejadian 20 tahun yang fenomenal itu ternyata membuat saya menjadi terkenal. Entah siapa yang mengetuk pintu toilet itu. Bahkan hingga dalam membaca tulisan-tulisan saya di blog ini pun banyak yang masih teringat dengan kejadian itu dan meminta saya menceritakannya kembali.

Pengalaman pribadi yang terus terang membuat saya pun berfikir apakah harus saya penuhi permintaan teman-teman untuk menceritakannya atau tidak. Namun, sesungguhnya setiap kejadian dalam hidup kita ini indah. Termasuk segala “Jatuh” yang kita alami. Kalau kita tidak pernah merasakan Jatuh, kita tidak akan pernah tahu bagaimana kita bisa bangkit kembali. Kalau kita tidak pernah merasakan sedih, kita tidak akan tahu rasanya gembira. Semua pesan-pesan dalam lagu yang kami nyanyikan disaat perpisahan itu benar-benar menggambarkan kehidupan ini untuk kita tidak mudah putus asa dan selalu bersyukur pada Sang Maha Kuasa. Simak saja lanjutan liriknya:

Lupakan sudah masa lalu kelabu
Kita susun langkah baru
Jangan hanya menunggu
Harapan, kesempatan, dan juga waktu
Takkan selamanya datang
Menghampiri hidup kita
*Bersyukurlah hari ini
Kita masih dapat berjumpa
Dan jangan kita lupa
Dia yang di atas sana, kawan
Berdoalah dari semua
Cita-cita hidup di dunia
Dan jangan kita lupa
Dia yang di atas sana, kawan

Hidup ini berat tapi jangan takut, kawan
Semua pengorbanan
Selalu menjadikan bahagia
Satu lagi, kawan
Jalan masih panjang
Berarti kita harus melangkah terus kemuka
Kembali ke *

Tiada henti saya bersyukur bahwa saya masih dapat berbagi cerita kejadian “Jatuh” yang saya alami dalam tulisan kali ini untuk bisa berbagi bersama teman-teman setia pembaca blog ini. Dan bersyukur bahwa teman-teman semua selalu ada untuk senantiasa memberikan motivasi dan inspirasi-inspirasinya hingga menjadikan diri kita seperti sekarang ini. Sesungguhnya setiap kejadian pasti ada pelajaran yang bisa kita tarik.

Kalau dalam kehidupan saat ini kita ditakdirkan untuk sering berada di atas panggung untuk menyuarakan pemikiran-pemikiran kita, kejadian “jatuh saat SMA” itu memberikan pesan bagi kita untuk selalu berhati-hati dalam “menaiki dan menuruni tangga” dimanapun kita berada dan senantiasa bermanfaat bagi lingkungan kita berada.

Jatuh bangun akan kita selalu alami selama masih ada nafas. Kalau saya tidak pernah jatuh, tidak akan ada cerita Kenangan Masa SMA ini. Mungkin saya juga harus berterimakasih terhadap karpet yang tergulung. Selalu SMILE dan Move On.

Saturday, January 18, 2014
©WiDS2014
http://www.wbuenastuti.com

13 thoughts on “Kenangan Masa SMA

  1. Akhirnya…..maap ya wid…. Kejadian itu melekat banget dipikiran gw, secara cerita itu sudah ada di pikiran nakal ini, dan pas kejadian itu gw cuma bisa terdiam dengan rasa bersalah, sekali lagi maap ya say…..*pelukwidyaeraterat

  2. kenangan fenomenal loh wids, kalo gak pernah ngalamin gak pernah bisa cerita spt ini 😊
    Untung juga lips sing yah krn the show must go on….
    btw pict nya keren 👍👍👍

  3. I do curious on who’s knocking the door wid….. ahahaha

    Btw the pic, one of debrondongs komentar the drawings is epic….aku pikir iya juga sih. Sepanjang yang aku lihat lukisan yang tersaji selalu ekspresif secara romantis dalam warnanya ya wid, yang ini a lil bit dark. Aku nunggu tulisan berikut kalau dikau menggali pada saat Dewanti melukis ini, apa yang terlintas dalam pikirannya atau ada peristiwa apa yang menjadi backgroundnya.

    • Asd, Aku juga gak tau siapa tuh yang ngetuk pintu toilet…. untung aku di dalam toilet, jadi orang gak liat mukaku yang bengong dan malu “Oh No, people remember me like that?”

      Lukisan ini dibuat saat bulan puasa dan dalam dirinya Dea masih tertanam tidak boleh melukis muka, tapi dia pengen melukis anak2 dengan gaya cuek tapi alim seperti dirinya. akhirnya dia lukis begini dan kasih rambut aja semua di seluruh mukanya. Salam buat debrondongs.

  4. Aku pun masih ingat kejadian jatuh itu … dan hanya bisa terbengong melihatnya sambil mikir “yaa ampuun Wid … sakit gak tuh ? Apa perasaan kamu ?”
    Smua kejawab stlh 20th yaa ….
    Time flies so fast yaa …. gak terasa Widya juga temen2 yg lain selalu menginspirasi aku dengan cara dan keunikannya sendiri-sendiri …
    Gak nyesel deh masuk 28 secara dulu maunya masuk 8 hehehheeheee ….

    • Hahaha…Ternyata banyak yg ingat fenomenal “jatuhku” itu sbg hadiah pesta perpisahan… Lucu juga… aku jg gak nyesal harus ke JKT sendiri jauh dari org tua dan adik2 hanya utk masuk 28. Sampe dapet pendamping hidup juga…Nikmat mana lagi yg tidak aku syukuri? Gak ada. Subhanallah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s