Beautifully Unplug


“Beautifully Unplug”

Oleh Widyaretna Buenastuti

Hari itu saya tiba lebih awal 1 jam dari waktu perjanjian dengan kolega bisnis di sebuah mal di Jakarta. Sembari memarkirkan mobil saya berfikir bagaimana saya akan menghabiskan waktu 1 jam itu secara produktif. Akhirnya saya berniat untuk mengerjakan beberapa e-mail pekerjaan dengan laptopku di kedai kopi yang ada di mal tersebut. Siang itu, suasana kedai kopi favorit saya tidak terlalu ramai. Setelah saya memesan kopi favorit saya, mata mulai menerawang spot-spot tempat duduk yang kiranya nyaman dan yang terpenting ada tempat untuk stop kontak laptopku. Akhirnya mataku tertuju pada sepasang sofa hijau yang baru ditinggalkan pengunjung di salah satu sudut ruangan kedai kopi itu. Di sebelah sofa itu, saya sudah melihat ada seorang perempuan manis yang tengah serius sekali dengan laptopnya duduk sendiri dan sangat berkonsentrasi dengan yang sedang ia kerjakan. Pasti sudah ketebak kalau saya akan berkenalan dengan mbak ini kan? Ya betul, memang akhirnya kami berteman. Yang menarik adalah awal dari perkenalan saya dengan Mbak Nindya.

Sebelum duduk, saya memang menggeser-geserkan sofa untuk mencari stop kontak. Ternyata stop kontak yang terdekat dengan sofa hijau itu berada di bawah bangku dari mbak Nindya dan sedang dipakainya. Mungkin kehadiran saya sempat mengganggu Mbak Nindya yang sedang asyik berkutat dengan laptopnya, akhirnya tanpa diminta ia menyapa saya.

“Silahkan, bisa pakai yang ini saja,” disampaikan oleh Mbak Nindya dengan senyumannya sembari melepaskan plug kabel laptopnya dari stop kontak itu. Rejeki saya di hari ini dari orang yang belum saya kenal, batin saya, “Alhamdulillah, terima kasih ya mbak.” Demikian saya menyapanya.

Setelah saya meletakkan barang-barang saya, Mbak Nindya meminta tolong kepada saya untuk menjaga barang-barangnya karena ia perlu pamit sebentar untuk ke toilet. Tentu saja saya meng-iya-kan.

Sekembalinya mbak Nindya, ia langsung mengucapkan terima kasih dan tanpa terasa kami berdua pun sudah terlibat dengan pembicaraan yang sangat akrab. Bagaimana kami memulainya? Agak lupa. Rasanya saya menanyakan apa yang sedang ia kerjakan. Sedikit kepo, istilah anak sekarang, tapi Alhamdulillah Mbak Nindya berbaik hati menerangkan sedikit apa yang ia tengah kerjakan. Bila ada orang yang melihat kami dari kejauhan, pasti akan menebak bahwa kami sudah kenal cukup lama dan sangat menikmati pertemanan kami dan tidak akan pernah menyangka bahwa kami baru saja berkenalan. Dari keakraban kami pun banyak cerita-cerita yang bisa membuat kami tertawa, terinspirasi bahkan sampai meneteskan air mata. Kok bisa? Tetesan air mata haru mbak Nindya terjadi karena ia berkenan untuk membaca blog saya yang baru saja saya buat. Tulisan terakhir saya saat itu adalah yang berjudul “Minder dan Warisan” yang baru saya upload pagi harinya.

Allah Maha Kuasa dalam menjawab keinginan yang hanya saya batin dalam hati, saat cerita yang baru saya tulis malamnya itu saya upload ke blog. Saya membatin dan berdoa semoga tulisan-tulisan saya akan dapat memberikan inspirasi bagi teman-teman saya dan juga semua orang yang belum tentu saya kenal untuk bisa berbagi bersama agar generasi-generasi mendatang akan melihat keadaan yang lebih baik melalui orang-orang baik. Saya ingin melihat langsung bagaimana tulisan di blog saya bisa berpengaruh pada para pembacanya.

Komentar-komentar atas tulisan-tulisan telah saya terima dalam kolom komentar ataupun melalui chat. Tapi siang itu, Allah menjawab langsung doa saya di pagi hari. Saya diperlihatkan langsung ekspresi dari seseorang yang baru saja saya tahu namanya. Seseorang yang saya tidak kenal sebelumnya dan baru bertemu saat itu juga. Bahkan di tengah ia membaca tulisan saya, ia sempat mengatakan:
“Mbak, jangan ganggu saya, ini saya lagi asyik baca tulisan mbak.” Sambil tangannya memberikan tanda untuk saya tidak berkomentar. Lucu sekali. Saya menikmati melihat ekspresi Mbak Nindya yang sangat luar biasa. Dia tersenyum, mengangguk, menangis dan tertawa saat ia membaca tulisan saya. Dari satu tulisan ke tulisan saya berikutnya. Saat itu baru ada sembilan tulisan di blog saya. Subhanallah. Sungguh trenyuh hati saya atas kebesaran Allah pada kita di dunia ini. Doa yang saya panjatkan di pagi hari adalah doa yang biasa saja saya panjatkan untuk mendapatkan keberkahan dan semoga apapun yang saya lakukan akan membukakan mata hati saya dan siapapun terhadap kebesaran Allah. Dengan tambahan doa khusus, saya ingin melihat bagaimana pengaruh tulisan di blog saya ke pembacanya.

Sungguh luar biasa rejeki dan nikmat yang Allah berikan kepada kita. Siapa yang pernah menyangka apa yang kita batin akan menjadi kenyataan dalam sekejap. Orang sering bilang bahwa apapun yang kita ingingkan dan batinkan saat kita berada di tanah suci akan langsung diijabah oleh Allah. Tidak perlu berada di tanah suci. Kenyataannya dimanapun kita berada, Allah selalu mendengar kita dan dekat dengan kita. Tidak perlu berada di tanah suci, asalkan kita mau membaca semua tanda-tanda yang diberikanNYA dan memulai segala sesuatunya dengan selalu menyebut namaNYA serta mengingatNYA, kita akan takjub dengan apapun yang diberikanNYA kepada kita. Tapi saya tetap berdoa bisa ke tanah suci suatu hari.

Pada saat saya berangkat menuju mal itu, niat saya adalah untuk bertemu kolega bisnis tetapi saya malah mendapatkan berkah yang lebih, yaitu teman baru. Ketika saya turun dari mobil pun saya sengaja membawa laptop untuk menemani waktu 1 jam sembari menunggu janji saya. Walhasil, 1 jam tidak terasa terlewati dan stop kontak yang menjadi awal pembicaraan kamipun akhirnya tidak saya pakai sama sekali. Saya sama sekali tidak menyesal telah mengabaikan laptop saya. Benar-benar 1 jam yang berkesan dan cantik sekali. Beautifully unplug indeed.

Saat kita tidak sibuk dengan dunia kita sendiri dan mulai memperhatikan sekeliling kita, sesungguhnya keberkahan itu akan datang tanpa kita sadari.

Saturday, January 11, 2014
©WiDS2014
http://www.wbuenastuti.com

4 thoughts on “Beautifully Unplug

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s