Gelap Itu Indah


“Gelap itu Indah”

Oleh Widyaretna Buenastuti

“…Jangan takut akan gelap.

 Karena gelap melindungi diri kita…

dari kelelahan…”

Hingga putriku  berusia remaja, lagu yang dinyanyikan oleh Tasya Kamila  ini masih sering putriku nyanyikan, terlebih-lebih bila ia kesulitan untuk tidur. Perkenalannya pada lagu ini berawal dari ketakutannya akan gelap saat ia masih balita. Hingga setiap ia tidur ia selalu meminta ditemani baik oleh pengasuhnya ataupun oleh boneka gajah kesayangannya dan sedikit cahaya lampu tidur. Bahkan adakalanya saya bermain senter yang disorotkan ke langit-langit kamar dan mengibaratkan bulan yang menyinarinya saat ia tidur. Sebagai seorang ibu, saya merasa beruntung sekali Tasya menyanyikan lagu ini sehingga saya bisa berkomunikasi dengan putriku tentang kenapa harus ada kegelapan.  Kak Eross Chandra  sebagai gitaris band Sheila on 7 dan penulis lagu Jangan Takut Gelap ini sangat cerdas sekali dalam menyederhanakan masalah ketakutan anak-anak akan gelap dengan membungkusnya bahwa gelap adalah bentuk perlindungan diri dari kelelahan.

Lagu anak-anak yang cerdas seperti ini menyadarkan saya juga bahwa badan yang lelah perlu diistirahatkan dan oleh karenanya Allah menciptakan gelap dalam bentuk malam yang tidak perlu ditakuti.

Masih ingat tidak satu cerita yang sempat ramai di berbagai media, tentang kabar seorang gadis cantik yang bekerja pada bidang periklanan di salah satu agency ternama di Indonesia,meninggal dunia dikarenakan kerja yang tidak sewajarnya? Hingga terkenal dengan istilah “kerja 30 jam non stop” yang mengambil dari twitter almarhumah Mita Diran sebelum ia meninggal. Coba saja ketik kata-kata dalam tanda kutip tersebut, maka kasus ini akan berada di baris paling atas hasil pencarian di web.

Reaksi masyarakat kebanyakan sangat menyayangkan kejadian yang menimpa almarhumah Mita Diran dan tidak habis berkomentar kenapa harus bekerja se-ngoyo itu. Dikabarkan bahwa ia meminum minuman berenergi untuk menjaga staminanya. Semangat mudanya, kepintarannya, kecantikannya dan segala harapannya pun akhirnya berhenti. Sepertinya tidak ada kata cukup bagi almarhumah  saat itu, nafsu menyelesaikan pekerjaannya melampaui rasionalitas dan mengabaikan signal kelelahan.

Pesan dari lagu, pelajaran dari suatu kematian manusia dan berbagai cerita lainnya menggambarkan betapa manusia itu sesungguhnya lemah.

Sadar atau tidak, ternyata secara lahiriah manusia susah mengetahui kapan secara SADAR untuk mengatakan kepada dirinya “cukup” akan segala sesuatunya. Padahal rasa lelah, haus, lapar, mengantuk adalah bentuk perlindungan dari dalam diri yang dianugerahkan oleh Allah untuk menjaga manusia dari hal-hal yang merusak dirinya sendiri. Bayangkan apa jadinya bila manusia lahir tanpa signal-signal itu. Bahkan binatang Koala pun mempunyai batasan untuk beraktifitas tidak lebih dari 2 jam karena kondisi badannya yang memang tidak memungkinkan ia untuk lebih dari itu.

Seringkali para orang tua menyuruh anak-anaknya untuk tidur siang.  Namun, rasa ingin tahu yang sangat tinggi ketika kita masih anak-anak menginginkan kita untuk bermain-bermain dan bermain. Beranjak remaja siklus hormon berubah dan kebutuhan juga berubah, bukan lagi bermain yang kadang susah untuk mengontrolnya, tetapi kemauan untuk tidur atau nafsu makan yang bertambah. Pada saat memasuki dunia kerja, berhenti dari bekerja juga seringkali susah dilakukan oleh para pekerja hingga ada istilah workaholic.

Dikarenakan secara lahiriah manusia susah untuk mengatakan CUKUP pada dirinya sendiri, Sang Maha Pencipta telah menyiapkan “alarm-alarm” dalam tubuh manusia sendiri. Saat kita kekurangan tidur maka akan ada rasa mengantuk dengan menguap; saat kita perlu nutrisi atau dehidrasi maka kita akan merasa lapar atau haus. Dan berbagai alarm lainnya: bersin, berkedip, pegal-pegal dan lain sebagainya.

Ternyata, nafsu manusia pun seringkali mengabaikan signal-signal yang sudah tertanam di dalam tubuhnya, maka Allah pun menciptakan  adanya siang dan malam.  Perputaran bumi pada porosnya dan bagaimana dari tata surya ini bekerja hingga menciptakan perbedaan zona-zona waktu di seluruh belahan bumi ini juga memberikan perlindungan bagi manusia untuk bisa beristirahat dan bekerja.

Dalam perjalanan hidup, tanpa kita sadari, rutinitas telah melatih diri kita untuk mengetahui kapan mengatakan CUKUP dalam kehidupan kita. Badan kita akan menyesuaikan diri untuk mengetahui kapan waktunya tidur. Perlu atau tidak kita tidur siang tanpa disuruh lagi oleh orang tua kita. Kapan waktunya untuk makan atau minum. Kapan waktunya untuk berhenti makan dan lain sebagainya. Bahkan ketika badan kita sakit merupakan suatu mekanisme perlindungan terhadap diri kita sendiri untuk beristirahat dan mencukupkan diri.

Untuk apa semua ilmu mencukupkan diri ini? Sesungguhnya tidak lain tidak bukan untuk melihat suatu bentuk keindahan dari suatu keterbatasan dan betapa kasih sayang Allah pada manusia itu sungguh luar biasa. Mencukupkan Diri dalam segala hal yang kita lakukan adalah bentuk rasa syukur atas anugrah nikmat badan, fikiran dan jiwa yang sehat. Bahkan bila kita tidak bisa mengkontrol diri kita untuk mencukupkan diripun, Allah juga tetap menyayangi kita dengan  bentuk kasih sayangnya yang tidak pernah kita duga-duga.

Apakah dengan memanggil Mita Diran kembali kepada pangkuanNYA bukan merupakan suatu bentuk kasih sayang Allah pada ciptaanNYA juga, agar ia tidak lagi merasakan kelelahan?

Bila badan kita saja bisa berkata CUKUP melalui “alarm-alarm” alamiah dari Allah Yang Maha Pengasih dan Penyayang, kenapa kita tidak mulai melatih diri juga untuk “Mencukupkan Diri”?

Sesungguhnya Gelap itu Indah….

Wednesday, January 8, 2014

©WiDS 2014

www.wbuenastuti.com

8 thoughts on “Gelap Itu Indah

  1. Terus terang ga bisa komentar atas narasi yang menurut gw jujur dari hati. Indah sesuai adanya dan memang faktanya seperti itu.

    Anyway

    Terkadang kita memang harus berhenti untuk melihat lingkungan bergerak mendahului kita, agar paham apa yang sudah kita capai dan mungkin apa yang terlewatkan.

    Mungkin cuaca hari ini mengingatkan kita untuk memberi jeda pada fisik agar beristirahat dan kontemplasi, mungkin….

    • Asdi, mencukupkan diri memang perlu sensitifitas dan latihan untuk tahu dan sadar akan kemampuan diri kita sendiri.
      Semoga tetap semangat dalam cuaca yang bagaimanapun dan tetap sensitif untuk mencukupkan diri.
      Trimakasih Asdi yang sudah visit, membaca dan berkomentar. I appreciate it.

  2. Semua yang berlebihan itu memang gak bagus ya… Berani mengatakan TIDAK pada diri sendiri untuk semua yg berlebihan. Terkadang lebih susah dari pada ke org lain. Biarkan pengalaman org lain menjadi pembelajaran untuk kita. Tidak harus kita yg merasakannya terlebih dahulu….

    • Benar sekali Tesa. Itulah manusia. Kita bisa berbicara manis ke teman2 kita tp kalau di rumah keluar bentak2. Kita bisa nasehatin orang tp kadang anak kita sendiri gak bisa kita nasehatin. Kenapa coba? Renungin yuk.

  3. Menulis merupakan salah satu terapi diri menahan pikiran yg terlalu cepat dari jari2 yg mengetik setiap kata yg ada dalam otak manusia, jadi bersyukurlah bagi yg bisa menyalurkan setiap kata yg keluar melalui tulisan.
    Menulis bisa merenungkan setiap kejadian2 yg ada disekitar kita dan mengolahny dalam rangkaian kalimat. Jadi bagi yang workaholick menulis mala jadi sehat 🙂

    • Betul sekali Kak Dame. Setiap kejadian bisa menjadi inspirasi tulisan dan memperkaya renungan diri. Terlebih lagi ada teman2 yg sll mendukung dan menunggu tulisan2 berikutnya. Thank u so much for ur time reading it, commenting it and most of all the friendship… walau sy baru tau bhw ada yg mendoakan incident jatuh dr panggung… apa yg di batin terkabul spt cerita beautifully-unplug.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s