Kenapa Gak Dari Dulu


Kenapa Gak Dari Dulu?

oleh: Widyaretna Buenastuti

Dalam beberapa kali interaksiku dengan beberapa teman sering terucap pernyataan ini “Kenapa Gak Dari Dulu?” . Penggunaan kata yang tidak baku tapi lazim di katakana dalam pembicaraan antar teman sehari-hari.

Kenapa Gak Dari Dulu aku mulai untuk bisnis sendiri? temanku berucap saat kita membicarakan kesuksesannya dalam menjalankan bisnisnya sendiri yang baru ia mulai beberapa bulan yang lalu.

Kenapa Gak Dari Dulu aku memperhatikan dirinya? di saat lain aku mendengar ucapan temanku yang baru saja ditinggal untuk selamanya oleh  pasangannya yang ternyata menyimpan rahasia penyakitnya.

Kenapa Gak Dari Dulu aku pacaran sama dia? kelakar yang diucapkan temanku saat ia mengetahui kesuksesan pria yang pernah “menembak”nya saat masih SMP namun ia tolak.

Ketiga cuplikan itu menyiratkan perbedaan-perbedaan walau dalam satu pertanyaan yang sama. Yang pertama menggambarkan suatu kebahagiaan karena kesuksesan berbisnis dan angan-angan seandainya dimulai lebih awal akan tercapai suatu kesuksesan yang lebih. Yang kedua di lain sisi menggambarkan kekecewaan karena kehilangan momentum-momentum untuk bisa lebih menyayangi dan yang terakhir penyesalan karena suatu keputusan di masa lalu yang ia lihat hasilnya saat ini walaupun hanya dalam canda.

Manusia memang diberikan keterbatasan untuk dapat memprediksi hasil dari suatu keputusan ataupun jalannya kehidupan itu sendiri. Justru disinilah keindahan kehidupan itu. Bayangkan bila manusia sudah bisa menerka hasil akan suatu jalannya kehidupan tidak akan ada lagi kata bahagia dan sedih dalam kamus kehidupan, karena kita sudah bisa memprediksi akan hasilnya.

Hasil akhir itu semua milik ALLAH semata. Belum tentu bila bisnis temanku di mulai lebih awal akan memberikan hasil kesuksesan yang sama dengan yang ia nikmati saat ini. Belum tentu bila sang suami memperhatikan istrinya, sang istri tidak akan meninggal. Belum tentu bila temanku menerima pinangan temannya saat masih SMP mereka akan berlanjut hingga ke pernikahan. Tiada orang yang tahu akan seperti apa bentuk akhir Hasil.

Pelajaran dari cuplikan-cuplikan ini menyadarkanku bahwa yang bisa kita kontrol dan lakukan sebagai manusia adalah menjalani kehidupan ini dengan ikhtiar dan penuh semangat akan hasil yang baik. Berpasrah dan bersyukur bahwa semua yang terjadi hasilnya akan baik. Karena bila kita teruskan pembicaraan-pembicaraan di atas akhirnya semua menyadari bahwa apa yang mereka alami saat ini adalah yang terbaik.

Kenapa Gak Dari Dulu? Karena semua ada saatnya sendiri. Mungkin, inilah jawaban yang cocok untuk segala situasi sebagaimana jalannya kehidupan ini yang sudah di atur oleh Sang Maha Kuasa dengan saat-saatnya sendiri. Ada pagi -siang-sore dan malam. Ada masa bayi, remaja, dewasa dan tua. Ada masanya kita sukses ada masanya kita sedih dan ada masanya juga kita bercanda. Tidak heran hadirnya berbagai peribahasa tentang waktu bahkan dalam kitab suci Al-Quran juga ada surat Demi Masa (Wal Ashr).  Sungguh merugi bagi mereka yang mensia-siakan waktu karena semua ada saatnya masing-masing.

Oleh karenanya, nikmati setiap saat yang ada dalam kehidupan ini dengan penuh ketaqwaan dan rasa syukur karena sesungguhnya apa yang sudah digariskan itu baik adanya. Mari kita renungkan selalu nikmat apa yang kita peroleh dan pelajaran kehidupan apa yang kita bisa tarik dalam setiap moment itu. Jangan menyesal, bersyukur dan maju terus membawa manfaat bagi alam semesta kita. Termasuk kenapa gak dari dulu saya menulis renungan ini? Jawabannya adalah saya baru dapat suasana dan waktunya.

@WiDS-Sunday morning spending the time with my husband at Starbuck Coffee PIM 1 at 10.23AM January 20, 2013.

PS: Kenapa baru di publish di blog? Semua ada saatnya termasuk baru bikin blog disaat ada waktu untuk  merenung di akhir tahun 2013.

4 thoughts on “Kenapa Gak Dari Dulu

  1. Memang kdg sering muncul kata2 ini ya mb…..mengingatkan kita spy trus bersyukur dan yakin Allah selalu memberi yg terbaik pada waktunya. Mungkin kalo kita dpt yg kita miliki saat ini dari dulu…bisa jd kita gak terlalu merasakan nikmatnya trus gak merasa bersyukur…

    • @Lina: betul banget. kita tidak akan merasakan bahagia kalau gak pernah merasakan sedih. gak akan pernah tau betapa nikmatnya sehat kalau kita gak pernah merasakan sakit. Sudah jadi sifatnya manusia yang seringkali baru tersadar kalau nnikmatnya diambil sebentar saja.. makanya kita saling mengingatkan yah.

  2. Setuju sekali dengan isi tulisanmu ini. Kunci jawabannya adalah pada kalimat “Hasil akhir itu semua milik Allah”. Tidak perlu disesali apa yang terjadi sebelumnya, tapi yang perlu adalah MENSYUKURI apa yang diperoleh saat ini dan usahakan yang lebih baik untuk yang akan datang tetapi harus selalu dengan mengingat bahwa segala sesuatu terjadi hanya karena ridho atau ijin Allah, bukan karena kemampuan kita.
    Congratulation and I like it.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s