Memimpin Manusia


”Memimpin Manusia”
Oleh Widyaretna Buenastuti 

Judul ini sepertinya janggal saat pertama kali kita membacanya. Namun bila kita pahami dan renungkan lebih mendalam, gabungan 2 kata ini dapat memberikan hasil yang dahsyat atau memporak porandakan suatu sistem. Hasil yang berbeda itu sangat tergantung kepada 5W+H: Siapa yang memimpin manusia dan manusia mana yang dipimpin (Who), Bagaimana memimpin manusia (How), untuk apa memimpin manusia (What), Kenapa perlu memimpin manusia (Why) dan Kapan dan dimana memimpin manusia (When & Where).

Bagi mereka yang telah mempunyai pengalaman untuk memimpin manusia, senantiasa mengatakan mudah mudah susah atau susah susah mudah. Dan kita seringkali menilai bahwa seorang pemimpin yang hebat hanya melihat dari hasil yang di capainya. Namun terkadang kita lupa untuk melihat manusia-manusia yang berada di balik layar dan menyokong kegiatan sang pemimpin serta proses yang berlangsung untuk mencapai suatu hasil. Sang pemimpin akan berada di bawah lampu sorot karena memang peran dan fungsinya menjadikannya seperti itu. Tetapi justru kehebatan seorang pemimpin menggerakan mesin-mesin operasional yang berada di bawahnya lah yang seringkali luput dari pengamatan dunia luar.

Memimpin manusia tidaklah semudah mengoperasikan gadget atau mesin karena manusia mempunyai latar belakang, hasrat keinginan, kebutuhan, pola pikir dan perasaan. Dibutuhkan suatu talenta dan ketajaman intuisi untuk bisa memimpin manusia dengan baik sehingga tujuan yang ingin kita capai bisas terraih. Oleh karenanya banyak sekali teori-teori yang ditulis oleh para ahli di berbagai buku untuk mendeskripsikan tantangan dan solusi dalam penanganan manusia. Pengalaman saya dalam memimpin selama ini membawa kepada 3 hal sederhana yang saya terapkan yaitu:

1. Memanusiakan manusia
Dalam bahasa jawa ada istilah ‘Ngewongke wong’. Manusia mana yang mau untuk diperlakukan tidak sebagai manusia. Tentunya tidak ada. Dan bagaimana kita menilai apakah diri kita telah memanusiakan manusia? Tanya kembali kepada diri kita sendiri bagaimana kita ingin diperlakukan oleh orang lain atau seandainya kita berada di posisi mereka. Gunakanlah 3 magic words, Tolong, Terimakasih dan Maaf.  Contoh yang paling mudah mungkin bisa kita lakukan dengan asisten kita di rumah. “tolong baju saya disetrikakan yang rapi”.

2. Be sincere
Seringkali kita merasa lebih nyaman mendapatkan instruksi dari seseorang dibandingkan dari yang lain, padahal mungkin perkataan yang disampaikan sama, misalkan “Tolong buatkan laporan rapat kemarin.” Namun, hati kita bisa merasakan bagaimana instruksi yang diberikan secara tulus karena meminta tolong atau perkataan itu menjadi sebuah perintah yang memberatkan untuk dikerjakan. Dan ini juga biasanya tidak terlepas dari pembawaan sehari-hari yang bersangkutan. Suka tidak suka manusia pasti saling menilai. Dari penilaian pembawaan sehari-harilah dapat melahirkan motivasi dan inspirasi.

3. Walk the talk
Konsistensi dari suatu perkataan dengan perbuatan merupakan cerminan ketulusan yang telah saya sampaikan pada point ke dua di atas. Kejujuran, ketulusan dan kekonsistensian seseorang pasti bisa dirasakan. Memimpin manusia tidak terlepas dari menjadikan diri kita sebagai role model  atau panutan. Panutan untuk dicontoh atau untuk tidak dicontoh. Untuk menjadi role model yang baik maka konsistensi antara perkataan dengan perbuatan kita penting sekali dilakukan secara jujur dan tulus. Seorang pemimpin yang menyuarakan bahwa ia memperhatikan anak buahnya, apakah benar-benar dilaksanakan dengan mengetahui keadaan anak buahnya. Bisa jadi anak buahnya sedang sakit namun dengan tanpa peduli, sang pemimpin memberikan pekerjaan yang bertumpuk tanpa diberikan arahan yang jelas dan bantuan yang diperlukan. Apakah ini contoh bahwa ia memperhatikan anak buahnya?

Sebenarnya masih banyak lagi hal-hal yang saya pelajari daan renugkan dalam kerangka memimpin manusia. Namun manusia tidak akan bisa mengingat dengan lekat dan lekang bila lebih dari 3 point dan karenanya menurut saya ke tiga hal inilah yang penting kita terapkan sehari-hari bila kita dipercaya untuk memimpin manusia di manapun kita berada, baik di lingkungan rumah, lingkungan kerja ataupun lingkungan sosial.

“Memimpin manusia tidak mudah tetapi bisa mempermudah bila dilakukan dengan benar”.

Tuesday, November 26, 2013 12:14 PM
©WiDS 2013

4 thoughts on “Memimpin Manusia

  1. Memimpin manusia, suatu judul yang berani dikemukakan sebab yang dipimpin mempunyai struktur tubuh, panca indera, nafsu dan akal pikiran yang sama dengan yang berkehendak memimpin. Bedanya adalah bahwa manusia yg satu dengan lainnya tidak sama kwalitasnya, dalam perbuatan, akal pikiran maupun kehendaknya. Orang Jawa mengkategorikan kebutuhan manusia 3 hal yaitu papan, sandang dan pangan. Kalau ketiga kebutuhan terpenuhi, maka orang itu dikatakan telah tenang hidupnya. Tapi ada tuntunan yang menganjurkan jauhi 3 Ta, harta, wanita dan tahta, ini hubungannya dengan akhlaq. Dari yg sekelumit saya sampaikan, maka bisa dipertanyakan, siapa yg mampu memimpin manusia? Bagaimana dia mampu memimpin manusia? Berapa banyak dan dimana manusia yang bisa ia pimpin? Dari kisah-kisah yang sekarang kita ikuti, hanya Nabi Muhammad saw yang bisa memimpin ummat manusia dan itu karena memang sudah Takdir Ilahi yang menjadikan Muhammad saw menjadi seperti itu. Namun demikian, masih banyak umat yang tidak patuh pada ajarannya dan mereka digolongkan orang yang menentang Tuhan pencipta alam semesta.
    Widya, tulisanmu bagus dan berani karena dasarnya yg utama bhw untuk bisa memimpin manusia adalah sikap “ngewongke uwong”. Contoh yang baik adalah bagaimana Rosululloh Muhammad bisa menaklukan Qurais penentang utamanya menjadi pengikut yang setia termasuk Abu Sofyan.
    Selamat dan keep good insipired writing.

    • Thank you Dad. For all your caring and leadership. I have gained a lot inspiration but not as many as you do. With this limitef knowledge, I agree with you that I was bold enough to have written this title. It is all merely to share that in whatever we do never loose the humbleness and let go the pride that can only make us blind especially when we are given the mandate to lead. Again thank you for all ur love. U have lead me as a great father!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s